Polres Indragiri Hulu (Inhu) dan polsek jajaran terus memaksimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Tak hanya mengandalkan patroli fisik, kepolisian kini mengintensifkan edukasi langsung menggunakan pelantang suara (toa) secara mobiling hingga ke rumah ibadah.
Langkah preventif ini dilakukan dengan menyasar titik-titik keramaian, permukiman warga, serta masjid-masjid seusai pelaksanaan salat berjemaah. Petugas turun langsung menyampaikan poin-poin krusial demi menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat di tengah ancaman karhutla.
Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra menegaskan, imbauan langsung atau halo-halo ini difokuskan pada tiga poin utama, pertama adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengingatkan masyarakat dan pihak pengelola lahan untuk tidak menggunakan api dalam membersihkan maupun membuka area perkebunan," kata AKBP Eka, dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Imbauan khusus ditujukan kepada warga yang beraktivitas di lahan gambut, seperti warga yang mencari ikan atau memancing, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena vegetasi gambut yang kering sangat mudah terpicu api.
Sementara itu, mengingat munculnya dampak kabut asap di sejumlah titik, masyarakat diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Metode announcer mobiling dan edukasi ini dipilih agar pesan pencegahan karhutla dapat diterima secara langsung dan memicu kesadaran kolektif warga.
Melalui komunikasi langsung ini, Polres Inhu berharap peran aktif masyarakat dapat meningkat, sehingga potensi titik api baru akibat kelalaian manusia dapat ditekan sejak dini demi mewujudkan wilayah Indragiri Hulu yang aman, sehat, dan bebas asap.
Simak Video 'September Puncak Karhutla, Menhut: Kita Harus All Out':
(mea/dhn)









































