Sisa 1 Hotspot di Pelalawan, Kapolda Riau Minta Jajaran Tak Lengah

Sisa 1 Hotspot di Pelalawan, Kapolda Riau Minta Jajaran Tak Lengah

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 31 Agu 2026 16:09 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung padamkan karhutla di Kerumutan, Pelalawan, Kamis (20/8/2026).
Foto: Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai turun langsung padamkan karhutla di Kerumutan, Pelalawan, Kamis (20/8/2026)/dok. Polda Riau
Pelalawan -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau tinggal tersisa satu titik hotspot. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meminta seluruh jajaran tidak lengah.

Irjen Herry Heryawan meminta jajarannya tidak mengendurkan kewaspadaan meski api sudah dinyatakan padam. Terlebih, karakteristik lahan gambut di sejumlah wilayah Pelalawan memungkinkan bara bertahan dan kembali memunculkan asap apabila pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

"Sekalipun api di permukaan sudah tidak terlihat, pekerjaan belum selesai. Yang harus kita pastikan adalah bara benar-benar padam. Karena itu, pendinginan harus dilakukan sampai tuntas dan titik yang masih mengeluarkan asap harus terus diawasi," kata Irjen Herry Heryawan seusai melakukan patroli udara, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total area terdampak seluas 967,69 hektare, tim gabungan telah berhasil melakukan pemadaman pada sekitar 957,54 hektare. Sementara sekitar 10,15 hektare masih mengeluarkan asap dan saat ini menjadi fokus proses pendinginan.

Pada pemantauan Senin pagi juga terdeteksi satu hotspot kategori medium di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian tim meskipun secara umum sebagian besar area terdampak telah berhasil ditangani.

ADVERTISEMENT

Upaya pemadaman juga diperkuat satu helikopter water bombing, enam unit alat berat, puluhan mesin pompa pemadam dan mini striker, jaringan selang pemadam, serta drone surveillance untuk membantu pemantauan area terdampak. Menurut Kapolda, besarnya kekuatan yang masih dipertahankan di lapangan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan penanganan tidak berhenti hanya setelah api berhasil dikendalikan.

"Kita pertahankan kekuatan di lapangan karena targetnya bukan sekadar memadamkan api. Kita harus memastikan tidak terjadi kebakaran ulang," lanjutnya.

"Tim darat bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara dari udara kita lakukan pemantauan serta dukungan water bombing pada lokasi yang membutuhkan," sambungnya.

Kapolda juga mengapresiasi seluruh personel dan unsur gabungan yang masih bekerja di lapangan. Menurutnya, penanganan Karhutla di Riau merupakan kerja kolektif yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi seluruh pihak.

Menurutnya, dalam penanganan Karhutla, Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, dunia usaha, MPA dan masyarakat yang ikut terlibat dan berjibaku bersama.

Irjen Herry Heryawan menegaskan, dirinya bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo berkomitmen untuk terus mengawal penanganan Karhutla di Riau hingga seluruh titik benar-benar tertangani.

"Sejak awal saya dan Pak Pangdam sudah berkomitmen, penanganan Karhutla ini kita kerjakan bersama-sama sampai tuntas. TNI-Polri akan terus berada di lapangan bersama seluruh stakeholder, saling menguatkan dan memastikan setiap titik yang masih membutuhkan penanganan tidak terabaikan," tegas Herry.

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini