Kapolda Riau Patroli Udara, Pastikan Karhutla Pelalawan Ditangani hingga Tuntas

Kapolda Riau Patroli Udara, Pastikan Karhutla Pelalawan Ditangani hingga Tuntas

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 31 Agu 2026 14:14 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung padamkan karhutla di Kerumutan, Pelalawan, Kamis (20/8/2026).
Foto: Penanganan karhutla di Pelalawan, Riau. (dok. Polda Riau)
Pelalawan -

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan kembali melakukan patroli udara untuk memantau secara langsung perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Patroli dilakukan untuk memastikan kebakaran ditangani hingga tuntas.

Patroli kali ini difokuskan di wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, salah satu kawasan yang dalam beberapa hari terakhir menjadi prioritas penanganan tim gabungan. Patroli juga dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan tetap berjalan meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah Riau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini saya kembali melihat langsung dari udara perkembangan penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Pelalawan. Kita ingin memastikan seluruh upaya di lapangan tetap berjalan maksimal dan tidak ada kelengahan, terutama pada lokasi yang masih mengeluarkan asap atau memiliki potensi bara," kata Irjen Herry, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan terbaru dari Posko Penanganan Karhutla Polres Pelalawan hingga pukul 10.30 WIB, penanganan kebakaran di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, telah memasuki hari kesembilan.

Dari total area terdampak seluas 967,69 hektare, tim gabungan telah berhasil melakukan pemadaman pada sekitar 957,54 hektare. Sementara sekitar 10,15 hektare masih mengeluarkan asap dan saat ini menjadi fokus proses pendinginan.

Pada pemantauan Senin (31/8) pagi juga terdeteksi satu hotspot kategori medium di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian tim meskipun secara umum sebagian besar area terdampak telah berhasil ditangani.

Herry menegaskan, munculnya satu hotspot menjadi pengingat bahwa seluruh unsur di lapangan belum boleh mengendurkan kewaspadaan. Terlebih, karakteristik lahan di sejumlah wilayah Pelalawan memungkinkan bara bertahan dan kembali memunculkan asap apabila pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

"Sekalipun api di permukaan sudah tidak terlihat, pekerjaan belum selesai. Yang harus kita pastikan adalah bara benar-benar padam. Karena itu, pendinginan harus dilakukan sampai tuntas dan titik yang masih mengeluarkan asap harus terus diawasi," ujarnya.

Sebanyak 289 personel gabungan saat ini masih dikerahkan dalam penanganan Karhutla di Desa Rantau Baru. Kekuatan tersebut terdiri dari 55 personel Polri, 46 personel TNI, serta personel BPBD, Damkar Kabupaten Pelalawan, regu pemadam kebakaran perusahaan, Masyarakat Peduli Api dan masyarakat setempat.

Operasi di lapangan turut diperkuat satu helikopter water bombing, enam unit alat berat, puluhan mesin pompa pemadam dan mini striker, jaringan selang pemadam, serta drone surveillance untuk membantu pemantauan area terdampak. Menurut Kapolda, besarnya kekuatan yang masih dipertahankan di lapangan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan penanganan tidak berhenti hanya setelah api berhasil dikendalikan.

"Kita pertahankan kekuatan di lapangan karena targetnya bukan sekadar memadamkan api. Kita harus memastikan tidak terjadi kebakaran ulang," lanjutnya.

"Tim darat bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara dari udara kita lakukan pemantauan serta dukungan water bombing pada lokasi yang membutuhkan," sambungnya.

Kapolda juga mengapresiasi seluruh personel dan unsur gabungan yang masih bekerja di lapangan. Menurutnya, penanganan Karhutla di Riau merupakan kerja kolektif yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi seluruh pihak.

Menurutnya, dalam penanganan Karhutla, Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, dunia usaha, MPA dan masyarakat yang ikut terlibat dan berjibaku bersama.

Irjen Herry Heryawan menegaskan, dirinya bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo berkomitmen untuk terus mengawal penanganan Karhutla di Riau hingga seluruh titik benar-benar tertangani.

"Sejak awal saya dan Pak Pangdam sudah berkomitmen, penanganan Karhutla ini kita kerjakan bersama-sama sampai tuntas. TNI-Polri akan terus berada di lapangan bersama seluruh stakeholder, saling menguatkan dan memastikan setiap titik yang masih membutuhkan penanganan tidak terabaikan," tegas Herry.

Ia mengatakan, komitmen tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat seluruh personel yang hingga kini masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lapangan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel yang sampai hari ini masih berada di lapangan. Tetap jaga keselamatan, jaga kesehatan, dan tuntaskan pekerjaan ini bersama-sama," pungkasnya.

Lihat juga Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini