Memasuki hari ketujuh, upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan terus ditingkatkan. Tim gabungan dari Polri, TNI hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) diperkuat heli water diterjunkan memadamkan api.
Pemadaman skala besar ini dipimpin langsung oleh Ps Kabag Ren Polres Pelalawan, Kompol Akhmad Z Rofiqi, didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, serta Kalaksa BPBD Kabupaten Pelalawan, Tengku Zulfan. Kompol Akhmad Z Rofiqi menegaskan upaya pemadaman difokuskan pada pemutusan jalur api agar tidak terus meluas ke area permukiman maupun perkebunan lainnya.
"Upaya pemadaman kita fokuskan pada penyekatan dan pendinginan di ujung lahan. Sinergitas TNI-Polri, BPBD, perusahaan, dan masyarakat harus terus kita jaga. Sumber air menjadi kendala utama, sehingga bantuan water bombing sangat kita butuhkan untuk mempercepat pemadaman," ujar Kompol Rofiqi, dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran tersebut terjadi di lahan dengan gambut tebal. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 642,3 hektare. Petugas gabungan menghadapi sejumlah tantang, di antara krisis air akibat musim kemarau panjang, akses yang sulit hingga faktor angin kencang yang memicu perambatan api dengan cepat dari utara ke selatan.
Untuk mencegah api meluas, petugas melakukan upaya penyekatan. Sebanyak 287 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD Pelalawan, Damkar, RPK Perusahaan hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) diterjunkan untuk melakukan pemadaman di darat.
Personel gabungan Polri-TNI berjibaku memadamkan kebakaran di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Sabtu (29/8/2026). Foto: dok. Istimewa |
Upaya pemadaman diperkuat dengan pengerahan 1 unit heli water bombing dari BPBD Provinsi Riau dan 1 unit drone surveillance untuk memantau titik api dari udara. Selain itu, 6 unit alat berat dari perusahaan disiagakan untuk penyekatan dan membuat sekat kanal.
Pemadaman menggunakan 18 unit mesin mini striker, 1 unit pompa induk 25 HP, 2 unit mesin maxtree, serta 2 unit mesin Sibahura beserta puluhan rol selang penyalur.
Selain melakukan penyiraman dan pendinginan, tim di lapangan fokus pada pembuatan sekat kanal serta embung darurat sebagai pembatas alami sekaligus penampung air cadangan. Di saat yang sama, Bupati Pelalawan bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci telah berkoordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Riau guna meminta penambahan unit Helikopter Water Bombing.
Guna memastikan penyebab utama kebakaran, jajaran kepolisian juga mulai melakukan pengumpulan bahan dan keterangan di area terdampak untuk penyelidikan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, situasi pemadaman masih berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali.
Lihat juga Video: Panglima TNI Kirim 3 Batalyon Pasukan Atasi Karhutla











































