Rokan Hulu Siagakan Satgas Khusus Tangani Karhutla di 4 Kecamatan Rawan

Rokan Hulu Siagakan Satgas Khusus Tangani Karhutla di 4 Kecamatan Rawan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 30 Agu 2026 13:22 WIB
Rokan Hulu memperkuat penanganan karhutla dengan membentuk Satgas Khusus di 4 kecamatan rawan, Sabtu (29/8/2026).
Foto: Rokan Hulu memperkuat penanganan karhutla dengan membentuk Satgas Khusus di 4 kecamatan rawan. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Polres Rohul memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Satgas khusus dibentuk untuk menangani karhutla, khususnya di 4 wilayah kecamatan rawan.

Dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla pada Sabtu (29/8/2026), Bupati Rokan Hulu, Anton, memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera membentuk Satgas Penanganan Karhutla di sejumlah wilayah rawan, khususnya Kecamatan Rambah Samo, Rambah, Rokan dan Pendalian.

Satgas tersebut disiapkan untuk memperkuat respons awal sehingga setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin penanganan dimulai dari wilayah. Setiap titik api harus segera ditangani dan apabila membutuhkan dukungan tambahan segera dilaporkan," kata Anton.

Anton juga meminta TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat meningkatkan patroli serta deteksi dini, sekaligus mengingatkan agar tidak ada pembukaan lahan dengan cara membakar.

ADVERTISEMENT

"Semua harus ikut menjaga wilayahnya. Tujuan kita sama, mencegah Karhutla sebelum meluas," tegasnya.

Pengawasan Ditingkatkan

Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 171 hotspot terdeteksi dengan luas lahan terbakar sekitar 43 hektare sepanjang Januari-Agustus 2026. Kecamatan Rokan IV Koto menjadi salah satu wilayah dengan titik api terbanyak.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra mengatakan, Polres Rohul bersama jajaran terus meningkatkan patroli wilayah rawan, pemantauan hotspot, edukasi masyarakat serta kesiapan personel dan peralatan.

"Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Begitu terdeteksi harus segera dicek dan ditangani. Pencegahan, deteksi dini dan respons cepat harus berjalan bersama," kata Emil.

Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan hingga masyarakat.

"Karhutla adalah persoalan bersama. Semakin cepat informasi diterima dan kita bergerak, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas," ujarnya.

Simak juga Video: Prabowo Pastikan Penanganan Karhutla Terkendali, Targetkan Selesai 1-2 Minggu

(mea/mea)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini