Perjuangan Polri-TNI Padamkan Karhutla di Inhil: Lewati Sungai, Jalan Kaki 2 Km

Perjuangan Polri-TNI Padamkan Karhutla di Inhil: Lewati Sungai, Jalan Kaki 2 Km

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 30 Agu 2026 12:59 WIB
Tim gabungan Polda Riau, TNI, dan Masyarakat Peduli Api menembus sungai hingga jalan kaki untuk padamkan api, Sabtu (29/8/2026).
Foto: Tim gabungan Polda Riau, TNI, dan Masyarakat Peduli Api menembus sungai hingga jalan kaki untuk padamkan api (dok. Polda Riau)
Indragiri Hilir -

Perjuangan menembus medan sulit tak menyurutkan langkah tim gabungan Polda Riau, TNI, dan masyarakat dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Setelah lima hari bertarung melawan kobaran api, kebakaran lahan seluas 10 hektare di Desa Sungai Rukam, Kecamatan Enok, kini berhasil dipadamkan.

Memasuki hari kelima pada Sabtu (29/8/2026), tim gabungan masih melakukan pendinginan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api di lahan gambut tersebut.

"Kami berada di Desa Sungai Rukam, Kecamatan Enok. Pemadaman sudah kita lakukan sejak 5 hari yang lalu, dan hari ini kita lihat bersama api sudah berhasil dipadamkan di area lahan sekitar 10 hektare," kata Kapolres Inhil AKBP Donny Eka Listianto dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencapai titik lokasi kebakaran di Desa Sungai Rukam, tim gabungan harus menempuh perjalanan berat selama 3,5 jam dari Kota Tembilahan. Akses terisolir mengharuskan personel berganti-ganti moda transportasi, mulai dari kendaraan roda empat hingga roda dua.

Setelah menempuh perjalanan sungai menggunakan sampan, tim gabungan harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer menuju titik lokasi pemadaman karhutla, Sabtu (29/8/2026).Setelah menempuh perjalanan sungai menggunakan sampan, tim gabungan harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer menuju titik lokasi pemadaman karhutla, Sabtu (29/8/2026). Foto: dok. Polda Riau

Tak hanya itu, personel gabungan juga harus menyeberang sungai menggunakan sampan penyeberangan. Setelah itu, perjalanan titik lokasi ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer sambil memikul peralatan pemadaman.

ADVERTISEMENT

"Medan yang kita tempuh memang cukup berat, harus berganti moda transportasi hingga jalan kaki 2 km, tapi keselamatan lingkungan masyarakat adalah prioritas utama kami," imbuhnya.

Tim gabungan Polda Riau, TNI, dan MPA melakukan pendinginan di lahan yang terbakar di Indragiri Hilir, Riau, Sabtu (29/8/2026).Tim gabungan Polda Riau, TNI, dan MPA melakukan pendinginan di lahan yang terbakar di Indragiri Hilir, Riau, Sabtu (29/8/2026). Foto: dok. Istimewa

Operasi pemadaman dan pendinginan tersebut dipimpin langsung oleh Dirpamobvit Polda Riau bersama Kapolres Inhil dengan mengerahkan sebanyak 162 personel gabungan, yang terdiri dari 60 personel Polres Inhil, 40 personel Ditpamobvit dan Kompi C Brimob Polda Riau, 12 personel Kodum Inhil, dan 50 Masyarakat Peduli Api (MPA).

Pembuatan Sumur Bor

Meski api utama berhasil dipadamkan, pendinginan ekstra terus dilakukan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam lapisan tanah gambut. Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Kodim Inhil bersama Yon TP berencana membuat sumur bor di sekitar lokasi guna mengamankan pasokan sumber air.

Usai situasi di Kecamatan Enok kondusif, sebanyak 50 personel gabungan Polda Riau dan Polres Inhil langsung mengalihkan kekuatan menuju lokasi baru di Desa Lahang Baru, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil pada Minggu (29/8/2026) untuk melanjutkan misi pemadaman Karhutla.

Simak juga Video: Prabowo Pastikan Penanganan Karhutla Terkendali, Targetkan Selesai 1-2 Minggu

(mea/jbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini