Hotspot Riau Turun Jadi 79 Titik, Kapolda: Kekuatan Kita Gotong Royong

Hotspot Riau Turun Jadi 79 Titik, Kapolda: Kekuatan Kita Gotong Royong

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 27 Agu 2026 13:14 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).
Foto: Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Pekanbaru. (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Titik panas (hotspot) di Provinsi Riau per hari ini menunjukkan penurunan signifikan dari 200 titik menjadi 79 titik. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyebut penurunan itu berkat kerja sama dan gotong royong antara TNI, Polri, dan jajaran Forkopimda hingga masyarakat.

"Kekuatan kita semua adalah bergotong royong. Tidak ada kegiatan yang tidak bisa kita laksanakan secara parsial untuk menghadapi karhutla yang sudah kita anggap sebagai kejadian extraordinary, kejadian luar biasa," ujar Irjen Herry dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau, di Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat hingga korporasi yang memiliki area konsesi di Riau agar turut serta dalam penanganan karhutla. Kapolda menegaskan, karhutla yang terjadi saat ini harus dipandang sebagai kejadian luar biasa atau extraordinary.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu, penanganannya juga membutuhkan langkah-langkah luar biasa dengan melibatkan seluruh kekuatan yang ada," imbuhnya.

Irjen Herry Heryawan berharap semangat gotong royong yang selama ini dibangun semakin diperkuat. Kehadiran pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, perusahaan, masyarakat peduli api, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kekuatan utama dalam menghadapi karhutla.

ADVERTISEMENT

"Penegasan Bapak Presiden itu serius dan ini menjadi kekuatan kita bersama, menjadi perintah. Panglima yang hadir di sini harus bisa wujudkan," tegasnya.

Meski jumlah hotspot menunjukkan adanya penurunan signifikan, namun Irjen Herry mewanti-wanti agar seluruh pihak tidak lengah. Upaya pencegahan, patroli, pemantauan, pemadaman dini, penyediaan sumber air, hingga penegakan hukum harus terus berjalan secara bersamaan.

"Enggak bisa sendiri-sendiri. Penanganan Karhutla butuh uluran tangan semua pihak," tegasnya.

Titik Hotspot Turun

Pada kesempatan itu, Kapolda menekankan pentingnya memastikan informasi titik panas (hotspot) yang diperoleh melalui pemantauan satelit benar-benar diverifikasi di lapangan. Data-data yang diperoleh baik itu melalui aplikasi Sipongi, LAPAN, serta dashboard GIS harus ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung.

"Semua harus memastikan dengan melihat langsung bahwa apa yang terjadi dan apa yang akan kita lakukan benar-benar terjadi. Kita memadukan pasukan darat kita," katanya.

Per hari ini, titik hotspot di Provinsi Riau disebut mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari sebelumnya yang mencapai 600 hotspot, kini tersisa 79 titik panas.

Kapolda menyebut penurunan tersebut merupakan hasil dari kerja bersama, mulai dari operasi pemadaman darat, pengerahan helikopter, hingga pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian serius adalah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan dengan luas lahan 900 hektare terbakar kini dinyatakan sudah padam atau zero hotspot. Meski api telah dipadamkan, Kapolda meminta upaya pendinginan dan pencegahan tetap dilanjutkan.

"Alhamdulillah, yang 900 hektare di Kerumutan sudah zero. Itu berkat pemadaman heli, doa, semuanya," ungkapnya.

Selain pemadaman, ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan tetap berjalan. Ia menyebut proses hukum diperlukan sebagai bagian dari upaya memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya karhutla berulang.

Lihat juga Video: Karhutla di Riau Turun Drastis, Jumlah Hotspot Tersisa 4 Titik

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini