Tangani Karhutla di Pelalawan, Polda Riau Kirim 25 Ribu Masker dan Oksigen Portable

Tangani Karhutla di Pelalawan, Polda Riau Kirim 25 Ribu Masker dan Oksigen Portable

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 26 Agu 2026 14:22 WIB
Polda Riau mengirimkan 25 ribu masker dan oksigen portabel tangani karhutla di Pelalawan, Selasa (25/8/2026).
Foto: Polda Riau mengirimkan 25 ribu masker dan oksigen portabel tangani karhutla di Pelalawan. (dok. Polda Riau)
Pelalawan -

Polda Riau menaruh perhatian serius terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Selain melakukan upaya pemadaman karhutla, Polda Riau juga menyalurkan bantuan sebanyak 25 ribu masker dan oksigen portable.

Ribuan masker dan oksigen portable tersebut merupakan bantuan dari pemerintah sebagai upaya untuk menangani dampak asap yang ditimbulkan akibat karhutla di wilayah Kerumutan, Pelalawan. Bantuan tersebut diserahkan oleh Polda Riau kepada jajaran Polres Pelalawan pada Selasa, 25 Agustus 2028.

Polres Pelalawan mendistribusikan puluhan ribu masker tersebut kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla serta petugas di lapangan. Sementara, sebanyak 30 unit oksigen portabel diserahkan langsung kepada para petugas pemadam yang berjibaku menaklukkan api di garis depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Polda Riau juga mendirikan Posko Kesehatan Terpadu untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla. Di posko tersebut juga disediakan oksigen untuk masyarakat setempat serta personel yang melakukan pemadaman.

Pada kesempatan itu, Polda Riau juga menyalurkan bantuan paket sembako berupa minyak goreng untuk warga terdampak. Bantuan tersebut disambut antusias oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan terkait alokasi bantuan sarana medis pendukung pemadaman.

"Hari ini kami telah menerima bantuan 30 unit masker oksigen portable untuk petugas di lapangan serta 25.000 unit masker untuk masyarakat. Upaya pemadaman dan pendinginan terus kita lakukan secara masif. Hasilnya, hari ini jumlah titik api dilaporkan berkurang hingga 50 persen dibandingkan hari sebelumnya," kata John Lous, Rabu (26/8/2026).


Hotspot Riau Turun 60 Persen

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau mengalami penurunan. Dari 256 titik yang terpantau sehari sebelumnya, jumlah hotspot turun menjadi 100 titik atau berkurang 156 titik sebesar 60,9 persen.

Menurut Kapolda, penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, seluruh jajaran tetap berada dalam kondisi siaga karena masih terdapat sembilan hotspot kategori high yang menjadi prioritas verifikasi dan penanganan di lapangan.

"Pagi ini terpantau 100 hotspot, turun 60,9 persen dibandingkan kemarin. Ini perkembangan yang positif, tetapi belum membuat kita mengendurkan penanganan. Masih ada sembilan titik kategori high yang menjadi prioritas untuk segera diverifikasi dan ditangani," kata Irjen Herry, Rabu (26/8).

Dari 100 hotspot tersebut, konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 28 titik, disusul Indragiri Hilir 23 titik, Siak 14 titik dan Indragiri Hulu 14 titik.

Penurunan hotspot ini juga berkat kondisi cuaca di sejumlah wilayah Riau. Hujan terpantau turun di Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai, Siak, Rokan Hulu, serta sebagian wilayah Pekanbaru dan Kampar.

Namun kondisi berbeda masih terjadi di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Wilayah tersebut belum mendapatkan curah hujan yang signifikan dan masih menjadi salah satu fokus utama penanganan karhutla di Riau.

Herry mengatakan, karakteristik lahan gambut membuat penanganan di Kerumutan membutuhkan perhatian khusus. Api yang telah padam di permukaan belum berarti seluruh bara di lapisan bawah tanah telah mati sehingga proses pendinginan dan pemantauan harus dilakukan secara berulang.

Meski menghadapi kondisi tersebut, perkembangan penanganan di Kerumutan menunjukkan tren positif. Hotspot yang sehari sebelumnya mencapai 84 titik turun menjadi 28 titik pada Rabu pagi atau berkurang 56 titik sebesar 66,67 persen.

"Untuk Kerumutan, perkembangan pagi ini cukup positif. Hotspot turun dari 84 menjadi 28 titik. Dari total 969,60 hektare lahan yang terbakar, sebanyak 763,22 hektare atau sekitar 78,71 persen telah berhasil dipadamkan. Masih ada sekitar 206,38 hektare yang terus kita tangani," ujar Herry.

Simak juga Video: Prabowo Pastikan Penanganan Karhutla Terkendali, Targetkan Selesai 1-2 Minggu

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini