Karhutla Riau Menurun, Penanganan Kebakaran di Kerumutan Diperkuat Via Udara

Karhutla Riau Menurun, Penanganan Kebakaran di Kerumutan Diperkuat Via Udara

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 23 Agu 2026 20:52 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung padamkan karhutla di Kerumutan, Pelalawan, Kamis (20/8/2026).
Foto: Polri dan TNI serta Forkopimda memadamkan karhutla di Kerumutan, Pelalawan. Riau. (dok. Polda Riau)
Pelalawan -

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau secara umum mengalami penurunan. Penanganan saat ini difokuskan di Desa Kerumutan, Kabupaten Pelalawan dengan memperkuat operasi via udara.

"Secara keseluruhan di Provinsi Riau mengalami penurunan. Saat ini yang masih menjadi perhatian ada di Kabupaten Pelalawan, khususnya Desa Kerumutan. Di sana sekitar 280 hektare lebih lahan terbakar dan penanganannya sudah berlangsung sekitar 26 hari," kata Irjen Herry Heryawan, Minggu (23/8/2026).

Karakteristik lahan di Kerumutan berupa gambut membuat proses pemadaman tidak mudah. Api dapat bertahan di bawah permukaan sehingga penanganan darat harus diperkuat dengan operasi udara. Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan unsur terkait terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemadaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena Kerumutan merupakan lahan gambut, mau tidak mau kekuatan udara harus terus digunakan. Dukungan BNPB dan BPBD juga cukup masif. Ini merupakan kerja bersama karena karhutla adalah persoalan kita semua," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Kapolda juga meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan alat berat untuk membuat penyekatan di sekitar lokasi kebakaran. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah dampak kebakaran meluas hingga mendekati permukiman warga.

"Alat berat harus disiapkan agar kita bisa membuat penyekatan sehingga kebakaran tidak berimbas ke perumahan-perumahan warga. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas," katanya.

Irjen Herry Heryawan menegaskan pentingnya kolaborasi penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi. Upaya mitigasi telah dijalankan sejak fase pra bencana, antara lain melalui pembangunan embung, sekat kanal dan berbagai langkah pencegahan lainnya di wilayah rawan.

Tak hanya berfokus memadamkan api, Polda Riau dan Pemda juga melakukan mitigasi bagi warga yang terdampak karhutla dengan menyiapkan posko dan tim kesehatan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak dan kelompok rentan untuk mengetahui dampak paparan asap, termasuk kemungkinan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

"Tidak cukup hanya memadamkan api. Kita juga harus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan. Kita melakukan pemeriksaan kesehatan, mengecek anak-anak yang terkena ISPA, membagikan masker dan memberikan trauma healing," kata Herry.

(mea/idn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini