Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan situasi terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau. Menurut Kapolda, karhutla di Riau saat ini masih terkendali berkat kolaborasi dan sinergi yang baik antar-instansi.u
"Riau secara umum dari satu bulan ini itu bisa kita kendalikan. Kemarin saya bersama Pangdam Tuanku Tambusai dan Forkopimda ke Kerumutan, Pelalawan, itu salah satu titik yang kita padamkan," kata Irjen Herry Heryawan kepada wartawan di Pekabaru, Jumat (21/8/2026).
Kapolda menyampaikan karhutla di Riau dapat dikendalikan, salah satunya karena penegakan hukum yang masif terhadap pelaku pembakaran hutan baik yang disengaja maupun tak disengaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu kita ada 102 tersangka dari 77 kasus. Hari ini, (karhutla) di Pelalawan sisa di Kerumutan saja," katanya.
Kapolda tak merinci berapa titik hotspot yang ada di Riau. Namun, salah satu fokus utama karhutla di Riau saat ini yakni di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Ia menyampaikan, dari total 270 hektare luas area yang terbakar, 81 hektare sudah dapat dipadamkan. Hal ini berkat kolaborasi yang baik antara Polri, TNI, dan Forkopimda.
"Alhamdulillah berkat kerja kolaborasi bersama dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian kehutanan dan Forkopimda, hadir bersama untuk melakukan pemadaman dan 81 hektare sudah kita padamkan," imbuhnya.
Polda Riau bersama jajaran TNI dan Forkopimda juga memperkuat mitigasi penanganan karhutla dengan melakukan restorasi pemulihan lingkungan. Salah satunya penanaman mangrove yang sudah berjalan di Desa Kuala Selat, Indragiri Hilir.
"Minggu lalu Pak Menteri Lingkungan Hidup datang ke Kuala Selat dan beliau menyumbangkan 500 hektare lahan untuk ditanami mangrove. Kita dorong ibu-ibu orang lokal di sana untuk membuat rumpun bambu untuk restorasi di sana dan Alhamdulilah di tahun depan dalam program Ekspedisi Merah Putih itu kita bisa melihat bagaimana capaian restorasi itu," pungkasnya.










































