Cegah Api Meluas, Polda Riau-TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Pelalawan

Cegah Api Meluas, Polda Riau-TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Pelalawan

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 20 Agu 2026 21:44 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung padamkan karhutla di Kerumutan, Pelalawan, Kamis (20/8/2026).
Foto: Polda Riau bersama TNI, BPBD, Manggala Agni dan relawan turun memadamkan karhutla di Pelalwan. (dok. Polda Riau)
Pelalawan -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau sudah berlangsung berhari-hari. Hingga saat ini, personel gabungan dari Polda Riau, TNI, Manggala Agni dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga BPBD bahu-membahu memadamkan api.

Sebagai informasi, kebakaran terjadi sejak 23 hari yang lalu. Total luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 270 hektare.

"Sudah 81 hektare yang sudah dikuasai, artinya sudah dipadamkan. Saat ini masih terus dilakukan upaya pemadaman," kata Kapolda Riau Irjen pol Herry Heryawan, Kamis (20/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada siang tadi, Kapolda Riau bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung ke lokasi membantu personel melakukan pemadaman. Kehadiran Irjen Herry Heryawan dan Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo juga untuk memberikan dukungan moril kepada personel yang bertugas di lapangan.

Irjen Herry mengatakan kolaborasi dan sinergi lintas instansi sangat penting dalam upaya pemadaman tersebut. Kapolda juga menekankan agar personel bertindak cepat merespons setiap informasi yang diterima.

ADVERTISEMENT

"Karhutla tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat harus berada dalam satu gerak. Prinsipnya, begitu terdeteksi ada titik api, kita harus cepat datang, cepat memadamkan dan memastikan tidak terjadi kebakaran ulang," ujarnya.

Kapolda menambahkan upaya penanggulangan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman. Polda Riau juga terus memperkuat langkah pencegahan, patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat hingga penegakan hukum terhadap pembakaran lahan.

"Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keselamatan masyarakat. Semangat Green Policing yang kami dorong bukan hanya bicara penegakan hukum, tetapi bagaimana kepolisian ikut membangun kesadaran dan menggerakkan seluruh elemen untuk menjaga alam Riau," imbuhnya.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo mengatakan jajaran TNI terus memperkuat dukungan personel dalam penanganan karhutla bersama Polri dan pemerintah daerah.

"Kami memastikan personel di lapangan tetap bekerja bersama dan saling mendukung. Kondisi seperti ini membutuhkan kekuatan terpadu. Tidak ada sekat TNI, Polri maupun instansi lainnya ketika yang kita hadapi adalah ancaman terhadap masyarakat dan lingkungan," kata Agus.



(mea/zap)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini