110 Jembatan Merah Putih Presisi yang Membuka Akses hingga Pelosok di Riau

110 Jembatan Merah Putih Presisi yang Membuka Akses hingga Pelosok di Riau

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 11 Agu 2026 10:13 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau sebagai kado Hari Bhayangkara untuk masyarakat. (dok Polri)
Foto: Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau yang diresmikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai kado Hari Bhayangkara untuk masyarakat. (dok Polri)
Pekanbaru -

Polda Riau sukses membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi selama kurun waktu 2025-2026. Hadirnya jembatan tersebut kini membuka akses dan keterisolasian warga di pelosok daerah di Provinsi Riau.

Inisiatif ini hadir sebagai bentuk komitmen nyata Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta penegakan hukum, melainkan juga mengambil peran aktif dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar di daerah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi menyasar titik-titik krusial di berbagai kabupaten/kota di Riau yang selama ini kurang mendapatkan sentuhan. Sebelum jembatan-jembatan ini berdiri kokoh, warga di pelosok harus bertaruh nyawa saat melintas di jembatan lama yang lapuk dan keropos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, hadirnya konektivitas baru ini memberikan dampak multidimensional yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di 110 titik di seluruh kota/kabupaten di Provinsi Riau kini mempercepat akses pendidikan, pertumbuhan ekonomi, hingga pelayanan publik dan kesehatan.

Polres Kuansing meresmikan 7 Jembatan Merah Putih Presisi di momen Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (8/7/2026).Polres Kuansing meresmikan 7 Jembatan Merah Putih Presisi di momen Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (8/7/2026). Foto: dok. Istimewa

110 Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun Polda Riau bersama yayasan itu telah diresmikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu. Kapolri menyampaikan apresiasi atas terbangunnya 110 jembatan ini dan berharap keberadaan jembatan ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Sehingga diharapkan ini akan membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan harapan kita anak-anak bisa tumbuh menjadi anak yang baik fan berhasil,' kata Kapolri saat itu.

Apresiasi Yayasan

Jembatan Merah Putih Presisi ini terwujud berkat kolaborasi elemen masyarakat. Dua yayasan turut berkontribusi langsung dalam pembangunan jembatan tersebut.

Adalah Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa. Kontribusi yayasan tersebut memberikan manfaat luar biasa dalam mendukung terbukanya akses masyarakat di pelosok.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau sebagai kado Hari Bhayangkara untuk masyarakat. (dok Polri)Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau sebagai kado Hari Bhayangkara untuk masyarakat. (dok Polda Riau)

Sehingga, atas kontribusi nyata tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan apresiasi kepada kedua yayasan tersebut.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Irjen Pol Herry Heryawan kepada Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa, pada Senin (10/8/2026). Menurutnya, keterlibatan elemen masyarakat menjadi bagian penting dari semangat yang dibangun melalui program Jembatan Merah Putih Presisi.

"Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas kepedulian dan semangat gotong royong. Ketika pemerintah, Polri dan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, persoalan yang berat sekalipun bisa kita selesaikan," kata Irjen Herry Heryawan, Senin (10/8).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau, Rabu (8/7/2026).Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau, Rabu (8/7/2026). Foto: dok. Istimewa

Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sejak awal dibangun melalui semangat kolaborasi. Polri tidak bekerja sendiri, tetapi bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, komunitas, relawan hingga masyarakat.

"Jembatan ini bukan hanya konstruksi fisik. Di balik setiap jembatan yang dibangun, ada akses yang terbuka, ekonomi masyarakat yang bergerak, anak-anak yang lebih mudah bersekolah dan pelayanan publik yang semakin dekat," imbuhnya.

Kapolda berharap, keterlibatan kedua yayasan tersebut dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa olaborasi menjadi kekuatan untuk mempercepat hadirnya solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu gerakan Polri untuk membuka akses masyarakat melalui pembangunan dan perbaikan jembatan di berbagai wilayah. Program ini sekaligus merupakan tindaklanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang kemudian dilaksanakan oleh seluruh jajaran polda, termasuk Polda Riau.

Potret before dan after transisi Jembatan Merah Putih Presisi di Kampar, Riau yang akan diresmikan oleh Kapolri, Kamis (12/3/2026).Jembatan Merah Putih Presisi di Kampar, Riau yang diresmikan oleh Kapolri, Kamis (12/3/2026). Foto: dok. Polres Kampar

Program tersebut menyasar jembatan yang menjadi akses penting masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian maupun aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama di desa-desa terpelosok yang kurang tersentuh. Melalui program tersebut, Polda Riau ingin memastikan kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini