Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mendukung Sekolah Pemilu Hijau yang diluncurkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau. Hal ini menurutnya, sejalan dengan Green Policing, sebuah konsep pemolisian dengan pendekatan lingkungan yang terus dikembangkan oleh Polda Riau.
Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan Peluncuran Sekolah Pemilu Hijau merupakan momentum bersejarah dalam pendidikan politik yang berwawasan lingkungan. Menurutnya, Sekolah Pemilu Hijau merupakan langkah strategis dalam membangun paradigma baru bahwa demokrasi dan kelestarian lingkungan merupakan dua nilai yang saling melengkapi dan berjalan beriringan.
"Melalui kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman mengenai bagaimana konsep Green Policing yang kami bangun di Polda Riau dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Green Election, sehingga demokrasi Indonesia tumbuh sebagai demokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," terang Irjen Herry Heryawan di kantor KPU Riau, Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).
Peluncuran Sekolah Pemilu Hijau diselenggarakan oleh KPU Riau. Turut hadir dalam kegiatan peluncuran, Ketua KPU diwakili Kadiv Sosdiklih Parmas KPU RI August Mellaz, Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan beserta anggota, Bawaslu, WWF, serta 50 mahasiswa dari UNRI, UIN, UIR, UMRI, UNILAK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, demokrasi yang sehat selalu membutuhkan rasa aman. Rasa aman ini tercipta bukan hanya diukur dari ada-tidaknya kriminalitas, tetapi juga mencakup persoalan global, termasuk perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis ekologis yang kini telah menjadi isu keamanan global.
Mengutip Filsup asal Prancis, Bruno Latour, Herry Heryawan menyampaikan bahwa krisis ekologis terjadi karena manusia terlalu lama memisahkan pembangunan dengan kelestarian alam.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menghadiri peluncuran Sekolah Pemilu Hijau di KPU RIau, Kamis (6/8/2026). Foto: dok. Polda Riau |
"Artinya, demokrasi, pemerintah, dan kepolisian harus memiliki tujuan yang sama, yakni melindungi masyarakat sekaligus melindungi lingkungan," imbuhnya.
Karena itulah, Polda Riau mengembangkan konsep Green Policing, yaitu pendekatan kepolisian yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum, tetapi juga berupaya menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari keamanan masyarakat. Konsep tersebut diimplementasikan melalui tiga pendekatan: preventif, represif, dan restoratif.
"Seluruh implementasi tersebut menunjukkan bahwa Green Policing di Polda Riau bukan lagi sebuah konsep, tetapi telah menjadi praktik nyata," tegasnya.
Jenderal Bintang Dua ini menyampaikan, pengalaman implementasi Green Policing yang telah berjalan ini, Polda Riau memiliki fondasi yang kuat berupa budaya kerja, praktik lapangan, dan kolaborasi lintas sektor.
"Fondasi inilah yang menjadi modal penting dalam mendukung implementasi Green Election di Provinsi Riau," imbuhnya.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan cendera mata berupa bibit pohon seusai peluncuran Sekolah Pemilu Hijau di KPU RIau, Kamis (6/8/2026). Foto: dok. Polda Riau |
Ia menambahkan, Green Election dan Green Policing memiliki filosofi yang sama. Jika Green Election berorientasi pada demokrasi yang berkualitas, maka Green Policing berorientasi pada keamanan yang berkualitas.
"Keduanya sama-sama mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan, kolaborasi masyarakat, dan keberlanjutan. Dengan kata lain, Green Policing menjadi salah satu fondasi yang mendukung terwujudnya Green Election," tuturnya.
Dalam upaya mendukung Green Election, Kapolda Riau menjabarkan empat peran utama Polri, yakni: menjaga keamanan seluruh tahapan pemilu, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab, mendukung kampanye yang ramah lingkungan, dan memperkuat kolaborasi dengan KPU, pemerintah daerah, perguruan tinggi, media, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan Polri dan KPU tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya mendukung terciptanya demokrasi sehat tersebut. Keberhasilan Green Election dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, masyarakat, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Semakin kuat kolaborasi yang kita bangun, semakin kuat pula demokrasi yang kita wariskan," ucapnya.
Menutup sambutannya, Irjen Pol Herry Heryawan mengajak seluruh mahasiswa, akademisi, hingga praktisi untuk berkolaborasi bersama membumikan Green Policing.
"Apabila Green Policing berhasil kita bumikan, maka Green Election akan semakin mudah diwujudkan. Selanjutnya, keberhasilan Green Election akan menjadi fondasi dalam membangun demokrasi yang kuat, berintegritas, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," pungkasnya.
(mea/dhn)











































