BKSDA Apreasiasi Langkah Tegas Polda Riau, Singgung Peran Vital Mangrove

BKSDA Apreasiasi Langkah Tegas Polda Riau, Singgung Peran Vital Mangrove

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2026 13:56 WIB
Polda Riau mengungkap kasus perusakan 118 hektare hutan mangrove di Rokan Hilir dan menjerat dua tersangka, Jumat (24/7/2026).
Polda Riau mengungkap kasus perusakan 118 hektare hutan mangrove di Rokan Hilir. (Foto: dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyampaikan apresiasi kepada Polda Riau dan jajaran atas langkah tegas dalam mengungkap tindak pidana perusakan mangrove seluas 118 hektare di Kabupaten Rokan Hilir. Penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis sangat tinggi.

"Kami BKSDA mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya penegakan hukum terhadap tindakan perusakan ekosistem mangrove di Kabupaten Rokan Hilir," kata Kabid Teknis BKSDA Riau Ujang Holisudin, dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Ujang berharap langkah tegas yang dilakukan oleh Polda Riau dan jajaran dapat memberikan efek jera terhadap pelaku maupun masyarakat lain yang melakukan aktivitas serupa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap upaya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan mangrove dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pihak bahwa menjaga ekosistem mangrove berarti menjaga perlindungan pesisir, ketahanan pangan masyarakat, kelestarian satwa, serta masa depan lingkungan bagi generasi mendatang," kata dia.

Ujang kemudian menyinggung peran penting mangrove bukan sekadar pohon yang tumbuh di kawasan pesisir. Keberadaan mangrove mampu mengurangi dampak bencana di pesisir seperti abrasi, sekaligus menjaga kestabilan daratan.

"Mangrove berperan sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi akibat gelombang dan arus laut," kata dia.

Ekosistem yang didominasi vegetasi tahan garam atau halofit ini memiliki fungsi vital bagi kehidupan manusia maupun keanekaragaman hayati. Mangrove menjadi feeding ground atau tempat mencari makan sekaligus lokasi pemijahan berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan biota laut lainnya.

Tak hanya itu, hutan mangrove juga berfungsi sebagai biofilter alami yang mampu menyaring berbagai polutan sebelum masuk ke perairan laut, sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga. Ekosistem ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis satwa liar, terutama burung air dan satwa lainnya yang bergantung pada kawasan pesisir untuk berkembang biak maupun mencari makan.

Selain itu, mangrove memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan iklim. Hutan pesisir ini dikenal sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar, bahkan lebih efektif dibandingkan banyak ekosistem daratan.

Jadi fungsi tersebut menjadi bagian penting dari komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030, serta mencapai target net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Dalam perkara tersebut, Polda Riau menetapkan dua tersangka berinisial AF dan SA. Kedua tersangka membabat hutan mangrove seluas total 118 hektare untuk membuka lahan di Kecamatan Pasir Limau Kapas dan Kecamatan Kubu, Kabupaten Rohil. Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut menyita dua unit alat berat.

Kapolda Riau Irjen Herry Hertawan mengatakan mangrove bukan sekadar pepohonan di kawasan pesisir, melainkan ekosistem penting yang menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai satwa.

"Ini adalah ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis hewan. Di sinilah mereka berkembang biak, mencari makan, berlindung, dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Merusak mangrove berarti merusak kehidupan," tegas Irjen Herry Heryawan.

Menurutnya, aksi perusakan hutan mangrove berdampak besar terhadap ekosistem di sekitar. Tak hanya itu, mangrove juga berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi, gelombang pasang, hingga dampak perubahan iklim.

"Jangan hanya melihat luas lahan yang dirusak. Yang rusak adalah benteng masyarakat pesisir. Mangrove melindungi garis pantai, menyerap karbon, dan menjaga keseimbangan alam. Kerusakan ini dampaknya sangat besar," ujarnya.

(mea/dhn)


Berita Terkait