Warga di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Provinsi Riau bersyukur kini memiliki jembatan yang kokoh. Warga kini tak perlu was-was saat melintasi jembatan.
Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Bumi Ayu dan Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. Jembatan yang tadinya terbuat dari kayu, kini berganti rupa dengan struktur bangunan lebih kokoh dari pelat besi.
Seorang warga bernama Fatmawati yang telah tinggal di Kelurahan Bumi Ayu sejak tahun 1990 mengungkap awal mula jembatan tersebut terbangun berkat swadaya masyarakat. Adalah seorang pensiunan polisi bernama Helmi Chaniago yang awalnya membangun jembatan itu dari kayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya ini tahun 80-an (yang membuat jembatan) itu Pak Helmi Chaniago. Dialah sendiri yang bangun dulu," kata Fatmawati saat diwawancara detikcom, Rabu (8/7/2026).
Fatmawati mengatakan sebelum berdiri rumah-rumah, kawasan tersebut dulunya merupakan hutan. Belum ada penerangan listrik kala itu.
Suatu masa, Helmi Chaniago yang memiliki lahan di tepi sungai tersebut mendirikan rumah di sana. Namun, Helmi terkendala akses jalan hingga akhirnya mendirikan jembatan.
"Dia mau melangsir barang-barang, dia bikin lah jembatan itu," kata Fatimah.
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau sebagai kado Hari Bhayangkara untuk masyarakat. (dok. Istimewa/Polda Riau) |
Seiring waktu, banyak warga yang kemudian tinggal di sekitar rumah Helmi. Hingga saat ini, penduduk di lingkungan Kelurahan Bumi Ayu sudah padat.
Sejak dibuat oleh Helmi, jembatan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki. Namun, perbaikan dari material kayu membuat jembatan itu tak bertahan lama.
Berjalannya waktu, jembatan kembali lapuk. Jembatan bolong-bolong dan keropos hingga ada cerita tabung gas terjatuh dari atas jembatan.
"Pernah orang bawa gas jatuh gasnya ke sungai," katanya.
Jembatan tersebut menjadi urat nadi warga di Kelurahan Bumi Ayu. Lokasinya yang dekat ke jalan utama menjadikan jembatan tersebut kerap dilalui oleh warga.
Namun, karena kondisinya sudah rusak, terpaksa warga harus memutar jauh. Namun kini, jembatan itu telah diperbaiki.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau, Rabu (8/7/2026). Foto: dok. Istimewa |
Satgas Darurat Jembatan Polda Riau mengganti struktur jembatan dengan pelat besi. Kini, jembatan tersebut berdiri kokoh dan warga pun tak perlu khawatir lagi saat melintas.
"(Jembatan) ini jalan utama, kalau mau ke mal lewat jembatan sini lah," katanya.
Fatmawati dan warga lainnya bersyukur karena jembatan kini sudah diperbaiki. Ia pun kini tak lagi khawatir melintas di jembatan tersebut.
"Bersyukurlah kami. Senang dan bangga sekarang punya jembatan yang kokoh," kata Fatmawati.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Riau, Rabu (8/7/2026). Foto: dok. Istimewa |
Kado Hari Bhayangkara ke-80
Jembatan tersebut diresmikan secara langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada Rabu (8/7). Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyebutkan pembangunan jembatan tersebut merupakan kado Hari Bhayangkara ke-80.
Total ada 80 Jembatan Merah Putih Presisi yang rampung dibangun pada tahap II oleh Polda Riau dan polres jajaran. Kapolda Irjen Herry Heryawan mengatakan hadirnya jembatan tersebut merupakan persembahan untuk masyarakat sebagai wujud kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat.
"Delapan puluh Jembatan Merah Putih Presisi yang hari ini berdiri di berbagai penjuru Provinsi Riau merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat keterhubungan sosial, memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan publik, serta membuka ruang-ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata," ujar Irjen Herry Heryawan di peresmian 80 Jembatan Merah Putih, di Dumai Selatan, Kota Dumai, Rabu (8/7).
(mea/dhn)












































