Polres Pelalawan Olah TKP Kasus Kematian Gajah Indro di Tesso Nilo

Polres Pelalawan Olah TKP Kasus Kematian Gajah Indro di Tesso Nilo

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 30 Jun 2026 16:01 WIB
Polres Pelalawan melakukan olah TKP kasus kematian gajah Indro di Tesso Nilo, Senin (29/6/2026).
Polres Pelalawan melakukan olah TKP kasus kematian gajah Indro di Tesso Nilo/Foto: dok. Istimewa
Pelalawan -

Polres Pelalawan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus kematian gajah Indro di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan, Riau. Olah TKP dilakukan di lokasi, pada Senin, 29 Juni 2026.

"Kegiatan ini untuk menentukan apa penyebab kematian gajah Indro ini, untuk sampel-sampel bagian dalam telah diambil tinggal kita menunggu hasil laboratorium," kata Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

John Louis mengatakan Satreskrim Polres Pelalawan melaksanakan penyelidikan dengan menggunakan pendekatan criminal scientific investigation (CSI) yang mengedepankan pembuktian ilmiah (scientific evidence), analisis forensik, dan metode investigasi berbasis hipotesis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim dokter juga melakukan pemeriksaan visum luar bangkai gajah, pengambilan sampel organ dalam, serta pemeriksaan bagian tubuh yang diperlukan.

"Pendekatan ini bertujuan agar kesimpulan penyebab kematian berkorelasi antara barang bukti, hasil pemeriksaan ilmiah, keterangan saksi, serta analisis lingkungan kejadian," imbuhnya.

Gajah Indro ditemukan mati pada Senin, 29 Juni 2026 sekitar pukul 03.45 WIB, di Camp Flying Squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Kecaatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Gajah jantan dewasa yang dijuluki 'Kapten Indro' ini mengalami perubahan drastis sejak Mei 2026.

Gajah Indro mengalami fase musth yang ditandai dengan perilaku agresif dan keluarnya cairan sekresi. Fase musth adalah siklus biologis alami pada gajah jantan dewasa yang ditandai dengan lonjakan testosteron (hingga 10 kali lipat).

Fase musth menunjukkan bahwa gajah siap bereproduksi. Artinya, ada harapan baru untuk kelangsungan regenerasi gajah yang merupakan satwa liar yang dilindungi.

Selama proses tersebut, tim medis dan flying squad hingga mahout terus memantau perkembangan kesehatan gajah Indro. Namun, pada tanggal 29 Juni 2026 tepatnya pukul 03.30 WIB, terjadi perubahan fisik secara mendadak pada gajah Indro.

Gajah Indro ditemukan dalam posisi terbaring. Dokter hewan beserta tim mahout segera melakukan pemeriksaan darurat terhadap fungsi pernafasan serta melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR) selama beberapa menit dan dinyatakan mati pada pukul 03.45 WIB.

Kematian gajah Indro menjadi duka bagi para pecinta hewan, pegiat lingkungan serta dunia konservasi. Gajah Indro selama ini telah berjasa besar dalam mendukung Tim Flying Squad TN Tesso Nilo dalam memitigasi konflik satwa dan manusia di sekitar Tesso Nilo.

Ungkapan duka tak hanya disampaikan oleh BKSDA dan BTN Tesso Nilo. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang menaruh perhatian besar terhadap gajah Sumatera juga turut menyampaikan duka mendalam.

(mea/dhn)


Berita Terkait