Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Cindy Monica, menyampaikan apresiasi atas gerakan peduli lingkungan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Hal itu disampaikan oleh Cindy Monica, yang hadir langsung dalam kemeriahan Road to Riau Bhayangkara Run 2026, di Kota Pekanbaru, pada Minggu, 21 Juni 2026. Cindy Monica menilai perhelatan olahraga ini bukan sekadar ajang lari biasa, melainkan sebuah gerakan sosial positif yang membawa dampak kemaslahatan besar bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning.
Di sela-sela kegiatan, Cindy Monica mengungkapkan bahwa dirinya secara konsisten memantau berbagai program kerja strategis yang diinisiasi oleh Kapolda Riau beserta seluruh jajaran pimpinan utamanya. Menurutnya, Polda Riau di bawah kepemimpinan Irjen Pol Herry Heryawan dan Wakapolda Brigjen Pol Hengky Haryadi telah menunjukkan komitmen yang luar biasa. Institusi kepolisian di Riau terbukti tidak hanya berfokus pada fungsi penegakan hukum dan Kamtibmas, tetapi juga menaruh perhatian besar pada isu-isus ekologis, khususnya penanganan karhutla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polda Riau, khususnya kepada Bapak Kapolda dan Bapak Wakapolda beserta seluruh jajaran. Gerakan yang diinisiasi lewat Bhayangkara Run ini merupakan langkah yang sangat positif dan patut mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat," ujar Cindy Monica, Selasa (22/6/2026).
Dukungan penuh yang diberikan Cindy Monica bukan tanpa alasan. Ia membagikan pengalaman emosionalnya di masa lalu saat keluarganya harus menjadi korban langsung dari pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan di Riau.
"Secara pribadi, saya pernah merasakan langsung dampak dari kebakaran hutan dan lahan tersebut. Saat itu, keluarga saya, termasuk adik saya, harus lebih dari satu bulan berada di dalam rumah karena kondisi udara yang tidak sehat. Kegiatan belajar mengajar pun terganggu akibat kabut asap yang terjadi," jelas Cindy.
Dampak kabut asap tersebut melumpuhkan sektor pendidikan, di mana kegiatan belajar mengajar anak-anak sekolah terganggu dan terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan. Oleh karena itu, menurutnya kegiatan yang diselenggarakan Polda Riau ini merupakan edukasi yang positif.
"Oleh karena itu, saya sangat memahami betapa pentingnya upaya pencegahan dan penanganan karhutla yang dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan seperti Road to Bhayangkara Run ini menjadi sarana edukasi yang sangat baik untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat," imbuhnya.
Seperti diketahui, Polda Riau akan menyelenggarakan Riau Bhayangkara Run 2026 pada 19 Juli 2026. Kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini akan dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan mengambil flag off.
Event terbesar se-Sumatera ini dihadiri oleh 15 ribu peserta tidak hanya pelari domestik, tetapi juga dari mancanegara. Polda Riau juga menjadi institusi yang inklusif karena memberikan kesempatan kepada difabel untuk ikut berlari dalam ajang Riau Bhayangkara Run 2026 ini.
(mea/imk)










































