Tentang 'Nona Seroja': Anak Gajah Baru di Tesso Nilo

Tentang 'Nona Seroja': Anak Gajah Baru di Tesso Nilo

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Jun 2026 06:52 WIB
Jakarta -

Kelahiran seekor anak gajah dari indukan bernama Ria di Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Riau, menjadi kabar menggembirakan bagi dunia konservasi. Kabar itu sekaligus membawa harapan baru bagi keberlangsungan gajah Sumatera yang populasinya semakin tergerus.

Lahirnya anak gajah ini menambah lagi satu anggota keluarga di Elephants Flying Squad, wilayah I LKB Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kelahiran anak gajah ini menjadi sesuatu yang dinantikan.

Kelahiran Nona Seroja ini tidak disangka-sangka. Induknya, Mama Ria tidak menampakkan tanda-tanda sedang hamil bahkan setelah dua kali menjalani USG, tidak terdeteksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lahir pada Rabu (10/6), anak gajah tersebut memiliki berat badan 100-106 kilogram. Anak gajah adik Domang ini diberi nama Nona Seroja.

Disambut Menhut hingga Kapolda

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni hingga Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyambut gembira kehadiran anak gajah tersebut. Lahirnya anak gajah tersebut menumbuhkan optimisme bahwa masih memberikan kehidupan.

Raja Juli mengatakan kelahiran ini juga membuktikan bahwa ekosistem di Taman Nasional Tesso Nilo masih memberikan ruang hidup yang mendukung bagi perkembangan satwa-satwa dilindungi, di tengah ketatnya tantangan kelestarian hutan saat ini.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan nama 'Nona Seroja' untuk anak gajah Sumatera yang lahir dari indukan Ria di Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (11/6/2026).Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan nama 'Nona Seroja' untuk anak gajah Sumatera yang lahir dari indukan Ria di Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (11/6/2026). Foto: dok. Istimewa

"Mama Ria telah melahirkan seekor anak gajah Sumatera betina dalam kondisi sehat. Kehadiran adik Domang ini menambah harapan bagi masa depan gajah Sumatera di alam liar," kata Raja Juli dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Kapolda Irjen Herry Heryawan juga sama bahagianya. Jenderal bintang dua yang disapa Herimen ini menyampaikan lahirnya anak gajah Sumatera dari induk Mama Ria ini memberikan harapan baru bagi dunia konservasi.

"Kelahiran ini bukan hanya menambah populasi satwa yang dilindungi, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kelestarian gajah Sumatera di habitat alaminya," kata Irjen Herry Heryawan.

Pawang (mahout) gajah bernama Erwin juga menyambut bahagia lahirnya Nona Seroja. Erwin sampai terharu melihat anak gajah lahir.

Video momen Erwin terharu melihat anak gajah tersebut diunggah di akun Instagram Balai Taman Nasional Tesso Nilo, @btn_tessonilo. Erwin mengaku hampir tak percaya atas kelahiran anak gajah Sumatera tersebut.

"Nggak bisa berkata-kata. Saya tadi itu sebenarnya itu sampai nangis saya di situ karena nggak percaya kan, dari USG juga nggak kelihatan, tiba-tiba dia melahirkan," kata Erwin dalam video diunggah Taman Nasional Tesso Nilo, Kamis (11/6).


Diberi Nama Seroja

Di momen yang berbahagia itu, Kapolda Riau secara khusus melakukan patroli sekaligus menengok anak gajah yang baru lahir di Tesso Nilo, pada Kamis (11/6). Pada kesempatan itu, Irjen Herry Heryawan secara resmi mengumumkan pemberian nama 'Nona Seroja' untuk anak gajah tersebut.

Kapolda Riau mengatakan sebelum menetapkan nama untuk anak gajah tersebut, dirinya telah meminta izin kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Raja Juli pun menyetujuinya.

"Sebelum menetapkan nama untuk gajah ini, kami terlebih dahulu menyampaikan dan meminta izin kepada Bapak Menteri Kehutanan dan alhamdulillah beliau berkenan memberikan persetujuan atas nama yang kami usulkan yaitu 'Nona Seroja'," jelas Irjen Herry.

Menhut Raja Juli Raja Juli menyetujui usulan pemberian nama daari Kapoldamenambahkan, kelahiran anak gajah betina itu menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kawasan konservasi dan melindungi satwa liar harus terus dilakukan secara konsisten oleh seluruh pihak.

"Kehadiran Nona Seroja adalah kabar bahagia bagi Indonesia. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan ia dan gajah-gajah lainnya dapat hidup aman di habitatnya. Konservasi bukan hanya menjaga satwa, tetapi menjaga masa depan generasi yang akan datang," kata Raja Juli.

Makna 'Nona Seroja'

Herry Heryawan mengatakan nama 'Nona Seroja' ini memiliki makna yang mendalam. Bunga seroja adalah tanaman air sakral yang bunganya menjulang tinggi di atas permukaan air.

"Seroja adalah bunga yang tumbuh dari lingkungan yang keruh, namun mampu mekar indah dan tetap menjaga kemurniannya," kata Irjen Herry.

Filosofi tersebut mencerminkan kondisi Tesso Nilo saat ini, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Namun, alam masih menghadirkan kehidupan baru melalui kelahiran seekor anak gajah.

"Karena itu, Nona Seroja kami maknai sebagai simbol kemurnian, ketahanan, keindahan, dan harapan," imbuhnya.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, kehadiran Nona Seroja menjadi pengingat bahwa konservasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menjaga gajah tetap hidup di habitatnya berati menjaga keseimbangan ekosistem.

"Menjaga Tesso Nilo berarti menjaga warisan alam yang akan kita tinggalkan untuk generasi mendatang," tegasnya.

Halaman 2 dari 2
(mea/mea)


Berita Terkait