Masuki Musim Kemarau, Polres-Pemkab Rohul Gelar Simulasi Atasi Karhutla

Masuki Musim Kemarau, Polres-Pemkab Rohul Gelar Simulasi Atasi Karhutla

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 09 Jun 2026 17:11 WIB
Polres dan Pemkab Rohul gelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Karhutla, Selasa (9/6/2026).
Polres dan Pemkab Rohul gelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Karhutla (Foto: dok. Istimewa)
Rokan Hulu -

Jajaran Polres Rokan Hulu (Rohul) bersama Pemkab Rohul, TNI, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) menggelar simulasi dalam penanggulangan karhutla. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam penanganan karhutla memasuki musim kemarau.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Selasa (9/6/2026), dipimpin Wakil Bupati Rohul Syafaruddin Poti. Turut hadir Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, perwakilan Dandim 0313/KPR, unsur Forkopimda, BPBD Provinsi Riau, jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, para Kapolsek, Danramil, camat se-Kabupaten Rokan Hulu, serta perwakilan perusahaan perkebunan.

Apel kesiapsiagaan ini diikuti berbagai unsur yang terlibat langsung dalam upaya penanggulangan Karhutla, di antaranya Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD Kabupaten Rokan Hulu, Polisi Kehutanan, Satpol PP dan Damkar, Tim Reaksi Cepat BPBD, Manggala Agni, Tagana, relawan, serta perwakilan perusahaan perkebunan dan kelapa sawit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan ini juga dilakukan secara serentak oleh jajaran polsek di wilayah hukum Polres Rokan Hulu sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan personel di masing-masing wilayah. Apel juga dibarengi dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi penanggulangan karhutla.

"Langkah ini dilakukan untuk membangun sinergi hingga tingkat bawah agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan efektif," kata Kapolres Rohul, AKBP Emil Eka Putra, Senin (9/6/2026).

Dalam apel, Wakil Bupati Syafaruddin menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG, musim kemarau di wilayah Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Rokan Hulu, diperkirakan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026 dengan puncaknya pada Juli dan Agustus. Kondisi tersebut meningkatkan potensi kekeringan dan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Melalui apel kesiapsiagaan ini, saya ingin menegaskan kembali pentingnya koordinasi, sinergi, dan kesungguhan kita dalam menjalankan tugas ini. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi semua unsur menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di Kabupaten Rokan Hulu," ujar Syafaruddin.

Ia mengajak seluruh stakeholders terkait untuk meningkatkan langkah antisipatif melalui patroli rutin, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan, serta mengedepankan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan gelar kendaraan dan pengecekan peralatan penanggulangan karhutla yang dimiliki Polres Rokan Hulu, BPBD Kabupaten Rokan Hulu, Damkar Kabupaten Rokan Hulu, dan Satria Kresna Bonai. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana karhutla.

Melalui kesiapan dan sinergi seluruh pihak, diharapkan Kabupaten Rokan Hulu mampu meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari bencana asap.

Simak juga Video 'Lahan Pertanian Kering, Warga Sigi Gelar Ritual Adat Minta Hujan':

(mea/dhn)


Berita Terkait