Polda Riau dan Masyarakat Gotong Royong Bangun Jembatan di Sungai Mandau

Polda Riau dan Masyarakat Gotong Royong Bangun Jembatan di Sungai Mandau

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 09 Apr 2026 11:39 WIB
Pembangunan jembatantahap II  di Kabupaten Siak, Riau sudah memasuki tahap akhir.
Foto: Pembangunan jembatan tahap II di Kabupaten Siak, Riau sudah memasuki tahap akhir. (dok. Polda Riau)
Siak -

Semangat kebersamaan terpancar di Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Puluhan personel polisi dan masyarakat bergotong royong membangun Jembatan Merah Putih Presisi untuk memperlancar mobilitas masyarakat.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.

"Ini bukan hanya tentang semen dan besi, tapi tentang bagaimana kita membangun harapan. Kami melihat sendiri bagaimana sebelumnya warga dan anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa di jembatan yang rusak. Melalui renovasi ini, kami ingin memastikan mereka bisa melintas dengan rasa aman tanpa rasa takut jatuh atau terperosok lagi," ujar AKBP Sepuh, dalam keterangannya, Kamis (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jembatan tersebut merupakan akses utama bagi para siswa di SDN 009 Muara Kelantan. Sebelumnya, para siswa harus berjuang melewati jembatan rusak yang mengancam keselamatan mereka hanya untuk menuntut ilmu.

Di bawah arahan Polres Siak, Kapolsek Sungai Mandau bersama personel Satgas Jembatan Merah Putih Presisi turun langsung ke lapangan. Mereka membaur bersama personel BKO Brimob, Tim 1011, dan yang paling utama: masyarakat setempat yang mendambakan rasa aman saat melintas.

Pembangunan jembatantahap II  di Kabupaten Siak, Riau sudah memasuki tahap akhir.Pembangunan jembatan tahap II di Kabupaten Siak, Riau sudah memasuki tahap akhir. Foto: dok. Polda Riau

Sebelum direnovasi, kondisi jembatan di wilayah tersebut berada dalam status sangat membahayakan. Kayu-kayu penyangga yang lapuk dan struktur yang sudah tidak stabil membuat setiap langkah warga di atasnya menjadi taruhan nyawa.

Setiap harinya, masyarakat-mulai dari petani hingga anak-anak sekolah-terpaksa melintasi akses yang rusak tersebut dengan rasa cemas, mempertaruhkan keselamatan mereka demi menyambung hidup dan pendidikan. Renovasi tahap II ini difokuskan pada dua titik vital yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran warga.

Tahap Akhir Pembangunan

Pembangunan jembatan tersebut sudah memasuki tahap akhir. Jembatan yang kini telah berdiri kokoh dengan penopang besi dan beton sudah siap digunakan.

Polisi dan warga saat ini tengah merampungkan pengerjaan pengelasan dan pengecatan. Dengan dukungan alat yang lengkap, mulai dari mesin las hingga pengecatan ulang dengan warna khas Merah Putih, diharapkan membuat jembatan ini tidak hanya kokoh, tetapi juga memiliki daya tahan lama.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan aksesibilitas meningkat,Perjalanan menuju sekolah dan pusat kegiatan ekonomi menjadi lebih lancar dan Cepat, keamanan terjamin,menghilangkan trauma warga terhadap kondisi jembatan lama yang rapuh dengan struktur baru yang jauh lebih kuat," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sepuh menyampaikan sinergitas antara Polri dan masyarakat memperkuat hubungan emosional antara Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan warga binaannya. Dengan rampungnya tahap II ini, Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol kemanunggalan Polri dengan rakyat di Kabupaten Siak dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

(mea/dhn)


Berita Terkait