Polres Rokan Hulu Tingkatkan Patroli Antisipasi Potensi Karhutla

Polres Rokan Hulu Tingkatkan Patroli Antisipasi Potensi Karhutla

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 02 Apr 2026 13:00 WIB
Polres Rohul edukasi masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan
Foto: Polres Rohul edukasi masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan (dok. Polres Rohul)
Rokan Hulu -

Polres Rokan Hulu (Rohul) meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau panjang. Kegiatan patroli diintensifkan untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan karhutla. Di samping itu, polisi juga terus memonitoring hotspot secara real time melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK).

"Hasil patroli di sejumlah titik rawan menunjukkan kondisi yang aman, tanpa ditemukan titik panas (hotspot) maupun titik api (fire spot). Hal ini menjadi indikator positif atas meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan," jelas AKBP Emil dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di samping itu, Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga wilayah tetap bebas dari karhutla, sejalan dengan semangat Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

"Lebih baik mencegah daripada menanggulangi," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres juga turut membagikan beras gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Selain patroli karhutla, kami juga membagikan beras gratis kepada masyarakat. Ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya memberikan kekuatan ekonomi, sehingga masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar," imbuhnya.

Menurutnya, faktor ekonomi kerap menjadi salah satu pemicu masyarakat membuka lahan dengan metode pembakaran karena dianggap lebih murah dan praktis. Oleh karena itu, Polri hadir memberikan solusi dengan membantu kebutuhan dasar warga.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait bahaya dan dampak karhutla, baik terhadap kesehatan, lingkungan, maupun potensi sanksi hukum.

(mea/imk)


Berita Terkait