14 Titik Hotspot di Dumai Terbakar, Polisi dan TNI Kolaborasi Padamkan

14 Titik Hotspot di Dumai Terbakar, Polisi dan TNI Kolaborasi Padamkan

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 25 Mar 2026 14:34 WIB
Kolaborasi anggota Polri dan TNI padamkan api di Dumai, Riau. (dok. Istimewa)
Foto: Kolaborasi anggota Polri dan TNI padamkan api di Dumai, Riau. (dok. Istimewa)
Dumai -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kota Dumai, Provinsi Riau. Kebakaran tersebar di 18 titik hotspot di wilayah Kecamatan Dumai Timur dan Kecamatan Medang Kampai.

Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang mengatakan saat ini pihaknya bersama instansi terkait terus berupaya melakukan pemadaman api di titik hotspot.

"Kami bersama stakeholder terkait masih terus melakukan upaya pemadaman di lokasi," kata AKBP Angga dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angga menjelaskan untuk di wilayah Kecamatan Dumai Timur terdapat 8 titik hotspot, sementara di Kecamatan Medang Kampai terdapat di 6 hotspot.

"Berdasarkan aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK) saat ini ada 8 hotspot di Kemanatan Dumai Timur dan 6 hotspot di Kecamatan Medang Kampai," katanya.

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Dumai Barat, Dumai Selatan, Bukit Kapur, Sungai Sembilan, dan Dumai Kota, hingga saat ini dilaporkan NIHIL atau bersih dari titik panas.

Pemadaman di Kecamatan Medang Kampai dipimpin oleh Karoops Polda Riau Kombes Ino Haryanto dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mandala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Pertamina dan sejumlah warga sekitar.

"Kebakaran terjadi sejak 6 hari yang lalu dan saat ini kami masih terus berupaya untuk melakukan pemadaman," imbuhnya.

AKBP Angga mengatakan pemadaman terkendala karena cuaca di lokasi yang masih cukup panas dan angin kencang. Petugas gabungan juga terkendala sumber air yang cukup jauh.

"Sementara di lapangan sumber air cukup jauh dan sudah mulai menipis," katanya.

Polres Dumai mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang mulai panas dapat mempercepat penyebaran api.

"Kami terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam melalui aplikasi DLK. Cuaca saat ini terpantau cerah berawan, yang mana sangat potensial bagi munculnya titik-titik api baru jika tidak diwaspadai," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Canggih! Damkar Surabaya Kini Punya 2 Robot Pemadam Kebakaran Rp 18 M':

(mea/imk)


Berita Terkait