Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto ikut menghadiri peresmian dan groundbreaking 110 jembatan di Provinsi Riau. Pada kesempatan itu, Titiek Soeharto sempat menyapa siswa SDN 018 Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dialog tersebut digelar secara virtual. Titiek Soeharto sendiri hadir di peresmian jembatan di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menhut Raja Juli Antoni, Selasa (17/3/2026).
Hadir pula dalam agenda ini Wamenhut, Rohmat Marzuki dan jajaran. Hadir pula Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Forkopimda Riau di antaranya Kapolda Riau Herry Heryawan, Ketua DPRD Riau Kaderismanto, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo. Hadir pula tokoh agama hingga tokoh masyarakat Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR RI hingga Menhut meresmikan dan groundbreaking 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di wilayah Provinsi Riau. (dok Polri) |
Kapolri didampingi PJU Mabes Polri dalam agenda ini, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, dan Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.
Awalnya, Titiek Soeharto menyapa Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi. Kapolres pun menjelaskan bahwa jembatan di lokasi tersebut sangat penting karena merupakan akses langsung ke SDN 018 Semulut.
"Jembatan ini sarana yang menghubungkan langsung dari jalan utama menuju langsung ke SDN 018. Sehingga yang dapat merasakan manfaat dari jembatan ini adalah para majelis guru, orang tua murid dan murid-murid SDN 018," kata Aldi Alfa, Selasa (17/3/2026).
Aldi kemudian menjelaskan bahwa SDN 018 Semulut itu memiliki total 72 orang siswa. Setelah itu, Titiek Soeharto kemudian bertanya kepada anak-anak SD.
"Baik. Anak-anaknya mana? Mana anak-anak?" tanya Titiek Soeharto.
"Senang nggak sekarang jalanannya sudah bagus?" tanya Titiek.
Namun, pertanyaan Titiek Soeharto ini tak langsung dijawab oleh siswa tersebut. Setelah beberapa detik delay, siswa itu baru menjawab.
"Makasih Bu Titiek," ujar seorang anak SD yang disambut tawa hadirin.
"Waktu sebelum jembatannya jdi, kalian gimana?" tanya Titiek.
"Dulunya jembatan sekolah kami rusak dan kami jika ingin ke sekolah kalau air pasang kami harus melepas sepatu dulu bu," jawab siswa tersebut.
Jembatan Rawan Buaya
Siswa tersebut kemudian menjelaskan bagaimana kondisi jembatan yang berisiko terhadap keselamatan, karena di lokasi sungai dekat jembatan rawan buaya.
"Kami takut untuk menyeberangi jembatan, karena di sini sekitarnya ada buaya," kata siswa itu.
"Masyaallah," jawab Titiek.
"Oh mesti dicopot dulu sepatunya ya?" tanya Titiek lagi.
"Nah sekarang gimana jembatannya, udah enak dong yah?" tanyanya lagi.
"Enak, bu," timpal siswa tersebut.
Lihat juga Video 'Polda Riau Ringkus Sindikat Pembunuh Gajah Tanpa Kepala':












































