Kolaborasi Polda Riau dan Pemkot Pekanbaru Sulap Sampah Jadi Energi

Kolaborasi Polda Riau dan Pemkot Pekanbaru Sulap Sampah Jadi Energi

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2026 12:37 WIB
Polda Riau dan Pemkot Pekanbaru berkolaborasi menyulap sampah menjadi energi listrik di TPA Muara Fajar, Pekanbaru.
Foto: Polda Riau dan Pemkot Pekanbaru berkolaborasi menyulap sampah menjadi energi listrik di TPA Muara Fajar, Pekanbaru. (dok. Polda Riau)
Pekanbaru -

Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, kini bersiap menjadi center of excellence pengolahan sampah modern di Pulau Sumatera. Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru berkolaborasi menyulap sampah di TPA Muara Fajar menjadi energi.

Melalui teknologi Waste-to-Energy (WTE), TPA Muara Fajar diproyeksikan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBio) yang akan menghasilkan energi listrik hingga 3 MegaWatt. Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan, Green Project ini diyakini memberikan keuntungan tambahan bagi Pemkot Pekanbaru.

Dengan skema business to business (B2B), proyek WTE yang dikawal lewat program Green Policing Polda Riau ini dipastikan akan membawa segudang multiplier effect (efek berganda) bagi Provinsi Riau, baik secara ekonomi, ekologi, maupun sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara teknis, fasilitas canggih ini akan menangkap gas metana beracun dari tumpukan sampah dan menyulapnya menjadi energi listrik hijau berkapasitas 3 Megawatt (MW). Fasilitas ini diproyeksikan menyalurkan 20,5 juta kWh listrik per tahun ke jaringan PLN," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).

Dengan skema B2B, Pemkot Pekanbaru tidak perlu mengeluarkan APBD sepeser pun. Pemkot Pekanbaru tidak perlu lagi membayar tipping fee (biaya pengelolaan sampah) dan beban APBD untuk operasional TPA akan sangat berkurang.

"Dengan teknologi WTE ini diperkirakan volume sampah akan tereduksi 80-90%, bau busuk TPA hilang drastis, dan risiko kebakaran lahan sampah dapat dicegah," imbuhnya.

Dari sisi ekonomi, proyek ini tidak hanya menguntungkan dari penjualan listrik, tetapi juga berpotensi meraup pendapatan dari perdagangan Kredit Karbon (Carbon Credit) yang diestimasikan mencapai Rp 6,7 Miliar per tahun.

Tidak hanya itu saja, kehadiran proyek ini juga langsung menyerap tenaga kerja lokal, dengan estimasi 50-100 orang pada masa konstruksi dan 15-20 orang staf tetap saat operasional.

Kabid Humas menyampaikan inisiatif terintegrasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi cerdas kepolisian (Polda Riau) melalui Green Policing bersama pemerintah daerah dan swasta mampu mendukung langsung prioritas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nasional dalam mewujudkan Kedaulatan Energi dan Ekonomi yang Inklusif.

Polda Riau dan Pemkot Pekanbaru berkolaborasi menyulap sampah menjadi energi listrik di TPA Muara Fajar, Pekanbaru.Polda Riau dan Pemkot Pekanbaru cek sampah menjadi energi listrik di TPA Muara Fajar, Pekanbaru. Foto: dok. Polda Riau

WTE Tanpa APBD

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik inisiasi program Green Policing Polda Riau melalui teknologi waste-to-energy (WTE) untuk mengatasi persoalan sampah di TPA Muara Fajar. Agung menyebutkan proyek tersebut sama sekali tanpa membebani anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

"Pemkot merasa sangat tertolong. Ini benar-benar nol APBD. Bahkan, Pemkot justru mendapatkan keuntungan dari uang sewa tanah TPA dan nantinya akan ada bagi hasil dari penjualan energi listrik ke PLN. Ini kerja sama yang sangat luar biasa," kata Agung Nugroho dalam keterangannya, Jumat (6/3).

Selain aspek ekonomi, Agung meyakini proyek ini dapat menyelamatkan lingkungan. Dengan luas lahan TPA sekitar 4 hektare yang sudah hampir penuh, teknologi ini memungkinkan sampah menyusut secara signifikan.

"Melalui proses penutupan membran dan ekstraksi gas metan, sampah organik akan hancur dan menyusut. Artinya, lahan yang tadinya penuh sampah ke depannya bisa kita fungsikan kembali untuk keperluan lain. Masalah satu dekade ini akhirnya bisa selesai," tambah Agung.

Pemkot Pekanbaru sendiri telah meneken MoU dengan PT ICE selaku pihak swasta yang akan mengelola sampah. Saat ini, peralatan seperti pipa dan membran sudah tiba di TPA Muara Fajar dan sedang dalam tahap penataan.

"Kami sudah MoU dengan PT ICE untuk penyewaan lahan TPA dan pipa-pipa, membran sudah terpasang mungkin baru 30 persen," katanya.

Lihat juga Video: Indonesia Bareng Norwegia Siap Pimpin Penanganan Sampah Plastik

(mea/dhn)



Berita Terkait