Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk lebih mawas diri dan menjaga perilaku di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa senjata utama Polri bukanlah kekuatan fisik, melainkan kepercayaan dan simpati publik yang harus dijaga dengan profesionalisme.
"Perlu saya tegaskan bahwa senjata utama kita saat ini adalah kepercayaan dan simpati masyarakat," tegas Irjen Herry Heryawan di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (25/2/2026).
Kapolda mengatakan untuk mendapatkan kepercayaan dan simpati publik tersebut, personel diharapkan menanamkan nilai-nilai kebaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Munculkan kebaikan-kebaikan itu menjadi suatu kebiasaan yang membentuk karakter," katanya.
Ia menekankan kepada jajarannya untuk bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk meraih kepercayaan masyarakat. Ia mengingatkan hal-hal baik yang selama ini ada diharapkan tidak tercoreng oleh ulah segelintir oknum.
"Jangan sampai kerja keras, nilai-nilai kebaikan kita untuk mencapai kepercayaan publik selama ini tercoreng oleh ulah satu atau dua personel kita," katanya.
Jenderal bintang dua itu juga meminta kepala satker untuk terus memberikan bimbingan dan memperlakukan anggota tidak hanya sebagai anak buah tetapi rekan kerja dan saling mengingatkan.
"Kita adalah satu bagian keluarga besar. Jika ada satu personel mengalami bencana kita harus berempati. Tetapi kalau satu personel itu melakukan pelanggaran, wajib kita ingatkan," katanya.
Kapolda juga meminta agar seluruh personel menanamkan tagline 'Melindungi Tuah, Menjaga Marwah' untuk menjaga citra dan jati diri pribadi maupun institusi.
Ia juga menekankan penggunaan kekuatan secara terukur dan humanis. Di era digital saat ini, seluruh personel Polda Riau diharapkan sadar kamera.
"Zaman sekarang zaman media sosial, zaman post truth, kalau sesuatu yang tidak benar diulang-ulang terus, akhirnya masyarakat akan percaya bahwa apa yang kita lakukan secara tidak benar itu menjadi benar. Selalu sadar kamera dan berusaha untuk berbuat kebaikan," paparnya.
Dalam amanatnya, Kapolda juga memberikan penekanan soal narkoba. Ia mewanti-wanti kepada seluruh jajarannya untuk menjauhi narkoba.
"Saya minta, jangan sekali-kali lagi ada yang menggunakan narkoba. Sudah tidak ada lagi undercover untuk mendekati calon tersangka dengan sama-sama nyabu, enggak ada itu," tegasnya.
(mea/dhn)










































