Tim RAGA Polres Inhil Bubarkan Balap Liar Jelang Sahur, 14 Motor Disita

Tim RAGA Polres Inhil Bubarkan Balap Liar Jelang Sahur, 14 Motor Disita

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 24 Feb 2026 13:40 WIB
Tim RAGA Polres Inhil membubarkan balap liar dan menyita 14 motor, pada Minggu (22/2/2026).
Foto: Tim RAGA Polres Inhil membubarkan balap liar dan menyita 14 motor. (dok. Istimewa)
Indragiri Hilir -

Tim RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme) Polres Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membubarkan balap motor liar di Jalan Telaga Biru Parit 8 yang terjadi menjelang sahur. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 14 motor.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Indragiri Hilir, AKP Rikcy Marzuki, bersama personel gabungan yang terdiri dari Satreskrim, Satintelkam, dan Tim RAGA, serta personel dari Polsek Tembilahan Hulu.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora mengatakan penertiban dilakukan sebagai upaya meminimalisir pelanggaran lalu lintas, mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas), serta mengantisipasi potensi kejahatan jalanan lainnya yang kerap terjadi pada waktu subuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 14 unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi balap liar. Kendaraan tersebut selanjutnya diamankan untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Indragiri Hilir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan menjelang sahur dan subuh selama bulan suci Ramadan," kata Farouk, Selasa (24/2/2026).

Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang terhadap aksi balap liar karena selain melanggar hukum, juga sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

"Kehadiran personel di lapangan adalah bentuk nyata perlindungan Polri kepada masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Inhil AKP Ricky Marzuki mengatakan bahwa penindakan ini bukan semata-mata penindakan represif, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif. Para remaja yang terlibat diberikan pemahaman tentang risiko kecelakaan lalu lintas serta konsekuensi hukum dari perbuatan tersebut.

"Untuk kendaraan roda dua yang kami amankan sebanyak 14 unit. Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya, serta kepada para pemuda untuk menyalurkan hobi otomotif pada tempat yang tepat dan tidak melanggar aturan. Keselamatan adalah yang utama," kata Ricky.

(mea/dhn)


Berita Terkait