Ganti Balap Liar dengan Lari, Cara Polda Riau Rangkul Pemuda di Pekanbaru

Ganti Balap Liar dengan Lari, Cara Polda Riau Rangkul Pemuda di Pekanbaru

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 22 Feb 2026 10:57 WIB
Polda Riau menggelar balap lari malam hari untuk mencegah balap liar selama Ramadan. Kegiatan ini digelar di Kota Pekanbaru, Sabtu (22/2/2026) malam.
Foto: Polda Riau menggelar balap lari malam hari untuk mencegah balap liar selama Ramadan. (dok. Polda Riau)
Jakarta -

Polda Riau menggelar balap lari 100 meter dalam rangka mencegah balap liar selama bulan suci Ramadan 2026. Strategi humanis ini dihadirkan sekaligus untuk mewadahi energi dan hobi para pemuda di Pekanbaru.

Kegiatan ini diinisiasi Direktorat Lalu Lintas Polda Riau sebagai upaya pencegahan balap liar dan trek-trekan selama Ramadan. Mengusung tema 'Badan Sehat, Jiwa Kuat', lomba lari 100 meter menjadi ruang kreatif dan positif bagi kawula muda, khususnya di Kota Pekanbaru.

Balap lari 100 meter perdana digelar pada Sabtu (21/2/2026) malam tadi. Kegiatan ini dihadiri ratusan pemuda hingga komunitas pelari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polda Riau menggelar balap lari malam hari untuk mencegah balap liar selama Ramadan. Kegiatan ini digelar di Kota Pekanbaru, Sabtu (22/2/2026) malam.Polda Riau menggelar balap lari malam hari untuk mencegah balap liar selama Ramadan. Kegiatan ini digelar di Kota Pekanbaru, Sabtu (22/2/2026) malam. Foto: dok. Polda Riau

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan yang turut hadir mengatakan bahwa langkah ini bukan sekadar ajang olahraga biasa, melainkan sebuah manifestasi dari kecintaan terhadap lingkungan dan kesehatan jiwa raga para pemuda di Bumi Lancang Kuning.

Irjen Herry Heryawan menjelaskan bahwa kepolisian ingin hadir memberikan solusi nyata bagi remaja yang kerap terjebak dalam aktivitas tidak bermanfaat di jalan raya.

"Kegiatan ini kita adakan untuk mengakomodir kegiatan yang tidak bermanfaat seperti balap liar, geng motor, dan lain sebagainya. Kita satukan dalam satu tema besar: cinta kepada alam lingkungan dan tentang kesehatan," ujar Irjen Herry, dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Polda Riau menggelar balap lari malam hari untuk mencegah balap liar selama Ramadan. Kegiatan ini digelar di Kota Pekanbaru, Sabtu (22/2/2026) malam.Polda Riau menggelar balap lari malam hari untuk mencegah balap liar selama Ramadan. Kegiatan ini digelar di Kota Pekanbaru, Sabtu (22/2/2026) malam. Foto: dok. Polda Riau

Jenderal bintang dua ini menyampaikan kegiatan ini akan dilaksanakan setiap malam di bulan Ramadan. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh masyarakat dalam menciptakan situasi kondusif selama Ramadan.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh muda-mudi Kota Pekanbaru serta panitia pelaksana. Antusiasme yang tinggi dan pelaksanaan yang tertib ini menunjukkan kesantunan dan kebersamaan generasi muda kita. Kegiatan ini bukan hanya menjadikan badan sehat, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi," tuturnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk mengalihkan energi negatif menjadi kegiatan yang jauh lebih bermanfaat.

"Kami ingin menghadirkan ruang yang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan hobinya melalui kegiatan yang sehat. Dengan adanya lomba lari ini, anak-anak muda dapat menunjukkan prestasi, sekaligus bersama-sama menjaga ketertiban di jalan raya," ujar Kombes Jeki.

Pelaksanaan lomba lari pada malam hari di pusat kota ini diharapkan dapat menjadi alternatif hiburan yang sehat bagi warga Pekanbaru. Ditlantas Polda Riau ingin membuktikan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bisa dibangun melalui interaksi yang santai dan kompetisi yang sportif.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyerahkan kado pohon kepada peserta 'Adu Cepat'Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyerahkan kado pohon kepada peserta 'Adu Cepat' Foto: dok. Polda Riau

"Badan sehat, jiwa kuat. Kami mengajak seluruh komunitas lari di Pekanbaru untuk meramaikan kegiatan ini. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat kebersamaan dan membangun budaya hidup sehat," tambahnya.

Dengan adanya lomba lari 100 meter ini, diharapkan anak-anak muda dapat menunjukkan prestasi dan sportivitas, sekaligus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan tertib.

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Para pemenang lomba pun mendapatkan hadiah menarik serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Lihat juga Video: Mencari Milenial Sehat Penerus Bangsa dari Riau Bhayangkara Run

(mea/knv)


Berita Terkait