Kepolisian Daerah (Polda) Riau memperkuat keamanan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 dengan menggelar pelatihan khusus bagi Tim RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme). Dengan kemampuan 'tempur' Tim RAGA diharapkan lebih sigap dalam menghadapi berbagai situasi dan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pelatihan gelombang kedua ini telah dilaksanakan sejak 9 Februari 2026 dengan porsi pelatihan yang menitikberatkan pada keahlian lapangan, yakni 70 persen praktik dan 30 persen teori. Para personel dibekali berbagai materi krusial, mulai dari sosialisasi KUHP, teknik penangkapan, penggunaan kekuatan, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), hingga intensif pada pertempuran jarak dekat.
Irwasda Polda Riau Kombes Prabowo Santoso menyampaikan pembentukan Tim RAGA merupakan respons langsung Polda Riau terhadap meningkatnya potensi gangguan keamanan seperti premanisme, kenakalan remaja, dan kejahatan jalanan di wilayah Riau. Kombes Prabowo menegaskan bahwa Polri harus berperan sebagai penggerak perubahan sosial yang positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polri tidak hanya menjadi penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan sosial yang positif. Tim RAGA dibentuk sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi kehidupan sosial masyarakat secara nyata," tegas Kombes Prabowo, Sabtu (14/2/2026).
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan kebijaksanaan dalam penegakan hukum. Menurutnya, penegakan hukum harus berorientasi pada perlindungan masyarakat dan pencegahan kerusakan sosial, bukan sekadar pembalasan. Prinsip proporsionalitas menjadi landasan utama dalam setiap tindakan personel di lapangan.
Polda Riau menutup pelatihan Tim Raga Tahun Anggaran 2026, Sabtu (14/2/2026). Tim RAGA diharapkan lebih responsif dalam menghadapi gangguan kamtibmas jelang Ramadan. Foto: dok. Polda Riau |
Kehadiran 475 personel terlatih ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menjaga situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadhan, khususnya di wilayah Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau secara luas. Upaya preventif dan responsif ini akan dimaksimalkan guna memberikan rasa aman bagi warga saat menjalankan ibadah.
Sementara itu, Kepala SPN Polda Riau, Kombes Pol Indra Duaman, mengatakan bahwa penambahan 244 personel pada gelombang kedua ini melengkapi 231 personel yang telah dilatih pada gelombang pertama. Total personel terlatih sebanyak 475 orang yang telah siap diterjunkan.
"Target operasional diharapkan tim ini bergerak efektif menekan angka kejahatan jalanan (street crime) yang meresahkan," kata Kombes Indra.
Selain upaya preventif dan responsif yang dilakukan Tim RAGA, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Apabila melihat, mendengar, maupun mengalami tindak pidana atau gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui call center 110.
Layanan 110 dapat diakses secara gratis selama 24 jam dan terintegrasi dengan jajaran Polda Riau. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas terdekat guna memastikan respons cepat dan tepat di lapangan.
Sinergi antara kesiapan pasukan Tim RAGA dan partisipasi aktif masyarakat melalui pelaporan dini diharapkan mampu menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan terkendali.
(mea/jbr)











































