Polda Riau menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kehumasan Tahun Anggaran 2026. Pelatihan ini menjadi langkah strategis institusi untuk memperkuat kemampuan personel dalam mengelola persepsi publik dan menjawab tantangan fenomena post-truth.
Kegiatan yang digelar di Aula Tribrata Lantai 5 Mapolda Riau, Kamis (12/2/2026), dibuka oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, mewakili Kapolda Irjen Herry Heryawan, Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad beserta jajaran Pejabat Utama (PJU). Dalam arahannya, Wakapolda Riau menekankan bahwa manajemen media merupakan kunci utama keberhasilan organisasi Polri di era modern.
"Baik buruknya citra Polri saat ini sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola media. Pentingnya fungsi ini membuat Humas bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen krusial dalam menjaga kepercayaan masyarakat," ujar Brigjen Hengki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakapolda menyinggung era digital native, di mana penetrasi ponsel di Indonesia mencapai 125% dari jumlah penduduk. Kondisi ini menciptakan ruang digital yang sangat luas, namun juga rentan terhadap kejahatan siber yang bersifat lintas batas.
Tantangan terbesar saat ini adalah fenomena post-truth, di mana narasi viral yang mempermainkan emosi netizen sering kali lebih dipercaya dibandingkan fakta objektif.
"Kita sering menghadapi diskursus publik negatif seperti tagar #PercumaLaporPolisi. Padahal, fakta di lapangan sering kali berbeda dengan apa yang viral. Inilah mengapa kita harus cerdas dalam melakukan kontra narasi agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, jajaran Humas diharapkan dapat menjadi 'pasukan khusus' dalam membangun citra Polri yang humanis dan heroik. Ia menekankan pentingnya agenda setting untuk menonjolkan aksi nyata anggota di lapangan, seperti Bhabinkamtibmas yang membantu yatim piatu atau personel yang bekerja melampaui panggilan tugasnya.
"Humas harus mampu mengemas keberhasilan operasional secara visual dan naratif. Jangan biarkan narasi negatif mendominasi tanpa ada kontra narasi yang kuat dan cepat dari kita," imbuhnya.
Pelatihan yang diikuti oleh puluhan personel ini menghadirkan narasumber dari internal yakni Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad, serta narasumber dari eksternal yakni pakar komunikasi sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, Prof Eka Putra ST, MSC, PhD, dan kreator konten dari Riau Creative Hub, Aris Nugroho.
(mea/dhn)










































