Polda Riau Periksa 5 Saksi Usut Perburuan Liar Tewaskan Gajah Sumatera

Polda Riau Periksa 5 Saksi Usut Perburuan Liar Tewaskan Gajah Sumatera

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 19:49 WIB
Polda Riau Periksa 5 Saksi Usut Perburuan Liar Tewaskan Gajah Sumatera
Foto: Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Wahyu. (dok. Polda Riau)
Pekanbaru -

Kepolisian Daerah (Polda) Riau berkomitmen mengusut tuntas perburuan liar yang menewaskan Gajah Sumatera di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Saat ini polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk menyelidiki pelaku.

"Ada indikasi dugaannya memang perburuan liar. Masih kami selidiki pelakunya, mudah-mudahan segera terungkap," ujar Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Wahyu, kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Ade Kuncoro mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap sejumlah saksi. Penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan dari Unit Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau, Satreskrim Polres Pelalawan, dan Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Riau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, hasil keterangan para saksi tersebut nantinya akan dianalisis dan dicocokkan dengan hasil laboratorium forensik (labfor) dan hasil nekropsi.

ADVERTISEMENT

"Saat ini ada lima orang saksi yang kami periksa yang akan kita olah hasil keterangan para saksi ini, termasuk dari hasil labfor dan nekropsi kita akan analisa," jelasnya.

Kombes Ade mengatakan kasus ini menjadi atensi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, mengingat penyelamatan Gajah Sumatera merupakan salah satu programnya dalam konsep Green Policing.

Sementara itu, Ade Kuncoro mengatakan bahwa gajah yang mati ini merupakan gajah liar, bukan gajah yang selama ini dalam pengawasan konservasi di Taman Nasional Tesso Nilo.

"Ini termasuk kawanan gajah liar yang memang jalur masuknya lewat situ selama ini, bukan gajah yang dalam pengawasan TNTN," imbuhnya.

Ade Kuncoro mengatakan praktik perburuan liar Gajah Sumatera bukan pertama kalinya yang terjadi di Provinsi Riau. Ia pun optimistik pelaku dapat terungkap.

"Sebelumnya pernah ada yang kita ungkap. Sedang didalami apakah terkait kelompok yang pernah ditangkap atau tidak," lanjutnya.

Gajah tersebut ditemukan mati di areal lahan konsesi di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, pada Senin (2/2) malam. Saat ditemukan, gajah berusia 30 tahun tersebut dalam kondisi sebagian kepala, belalai dan kedua gadingnya hilang.

Hasil bedah bangkai ditemukan adanya proyektil di kepala gajah, membuktikan bahwa satwa asli Sumatera itu mati dibunuh. BKSDA mengindikasikan kuat bahwa gajah tersebut mati akibat perburuan liar yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Lihat juga Video 'Ini Erin, Gajah Sumatera yang Kehilangan Belalai dan Rasa Percaya Diri':

(mea/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads