Polda Riau Selidiki Senpi Digunakan Pemburu untuk Tembak Mati Gajah

Polda Riau Selidiki Senpi Digunakan Pemburu untuk Tembak Mati Gajah

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 16:58 WIB
Polda Riau Selidiki Senpi Digunakan Pemburu untuk Tembak Mati Gajah
Foto: Konferensi pers Polda Riau terkait Gajah Sumatera yang mati dibunuh di Pelalawan. (dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau mengungkap temuan 2 buah proyektil di kepala Gajah Sumatera yang ditemukan mati di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Saat ini Labfor tengah menyelidiki senjata api yang digunakan oleh pelaku tersebut.

Kabid Labfor Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan menjelaskan pihaknya bersama tim dari Direktorat Reskrimsus Polda Riau, Polres Pelalawan, dan BKSDA Riau telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi, pada Selasa, 3 Februari 2026.

"Hasil olah TKP yang kami lakukan, kami temukan 2 logam yang diduga proyektil atau anak peluru senjata api. Di mana yang pertama diameternya 12,30 mm dengan panjang 16,30 mm, yang kedua serpihan proyektil panjang 6,94 mm," jelas Ungkap di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (6/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil tes awal, diketahui dua potongan logam tersebut positif mengandung timbal, fosfor tembaga atau kuningan, nitrat mesiu, dan gun shot residu.

ADVERTISEMENT

"Untuk senjata yang digunakan masih dalam proses pendalaman pemeriksaan barang bukti," imbuhnya.

Selain itu, Labfor Polda Riau juga memeriksa sampel tanah dan genangan air di 3 titik dekat bangkai gajah yakni di bawah ekor, kaki, dan kepala. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ada indikasi bahwa gajah tersebut tewas diracun.

"Kami telah melakukan tes pendahuluan dengan tes kit bahwa dari barang tersebut negatif sianida dan merkuri. Bahwa indikasi keracunan tidak ada," tuturnya.

Luka Tembak di Kepala

BBKSDA Riau juga telah melakukan nekropsi atau bedah bangkai. Dari hasil nekropsi, BKSDA Riau memastikan gajah tersebut mati tidak secara alami.

"Pemeriksaan yang sudah kita lakukan dari rangkaian penyidikan ini adalah nekropsi atau bedah bangkai. Dari hasil bedah bangkai yang kita lakukan, bedah ini mati bukan secara alami, tetapi mati dengan tidak wajar," kata drh Rini, di Polda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (8/2/2026).

Hasil nekropsi ditemukan adanya serpihan proyektil pada bagian belakang tengkorak kepala. Kuat dugaan Gajah Sumater berusia 30 tahun itu mati akibat ditembak.

"Di mana terjadi cedera otak traumatika atau trauma kepala akibat luka tembak," katanya.

Dari hasil temuan-temuan tersebut, BBKSDA Riau menyimpulkan kuat adanya indikasi perburuan liar terkait kematian gajah tersebut. Diduga gajah tersebut diburu untuk diperjualbelikan gadingnya.

Gajah liar tersebut ditemukan mati pada Senin (2/2), di areal lahan konsesi di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Gajah berusia sekitar 30 tahun itu mati dengan kondisi sebagian kepala, belalai, dan gading yang hilang.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas perburuan liar gajah tersebut. Saat ini tim masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mencari pelakunya.

Simak juga Video 'Ini Erin, Gajah Sumatera yang Kehilangan Belalai dan Rasa Percaya Diri':

(mea/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads