Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengungkap hasil bedah bangkai (nekropsi) Gajah Sumatera yang mati di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. BBKSDA memastikan gajah tersebut mati dibunuh akibat luka tembak di bagian kepala.
Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BBKSDA Riau, drh Rini Deswita, mengatakan dari hasil bedah bangkai pihaknya memastikan bahwa gajah tersebut tidak mati secara alami.
"Pemeriksaan yang sudah kita lakukan dari rangkaian penyidikan ini adalah nekropsi atau bedah bangkai. Dari hasil bedah bangkai yang kita lakukan, bedah ini mati bukan secara alami, tetapi mati dengan tidak wajar," kata drh Rini, di Polda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (8/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil nekropsi ditemukan adanya serpihan proyektil pada bagian belakang tengkorak kepala. Kuat dugaan Gajah Sumatera berusia 30 tahun itu mati akibat ditembak.
"Di mana terjadi cedera otak traumatika atau trauma kepala akibat luka tembak," katanya.
Perburuan Liar Gajah
Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Sanggara Yudha, mengindikasikan adanya perburuan liar di balik kematian Gajah Sumatera tersebut. Gajah tersebut diburu untuk diperjualbelikan gadingnya.
"Kejadian ini merupakan kejadian yang serius dan dengan hilangnya bagian wajah dari gajah mengindikasikan kuatnya adanya perburuan liar," ujar Yudha.
Yudha menegaskan bahwa kejahatan terhadap gajah merupakan kejahatan terhadap negara yang mengancam masa depan keandekaragaman hayati. Pelaku dapat ditindak dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem di pasal 21 Ayat (2).
"Ini pun dipertegas bahwa setiap bentuk perburuan, pembunuhan, penyimpanan, penguasaan, pengangkutan maupun perdagangan bagian-bagian tubuhnya merupakan tindak pidana," tegasnya.
Yudha menyampaikan pihaknya bersama Polda Riau memastikan bahwa seluruh proses penanganan kasus ini berjalan tegas, transparan dan sesuai hukum. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perburuan liar atau perdagangan terhadap satwa liar yang dilindungi.
Polda Riau Usut Tuntas
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan bahwa gajah tersebut mati dibunuh. Ia menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas.
"Gajah liar itu tewasnya dibunuh secara sengaja. Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Irjen Herry Heryawan menjawab pertanyaan mahasiswa saat kuliah umum di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Kota Pekanbaru, Jumat (6/2).
Irjen Herry Heryawan menyampaikan saat ini pihaknya masih melakukan pengusutan untuk menyelidiki siapa pelaku yang membunuh gajah liar tersebut. Penyelidikan melibatkan Polisi Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Pekanbaru.
"Kemarin kita sudah melakukan olah TKP bersama Polisi Kehutanan dan BKSDA," imbuhnya.
Kapolda Riau yang selama ini terus menggaungkan Green Policing turut mengecam tindakan pembunuhan Gajah Sumatera ini. Herry Heryawan bahkan meluapkan kemarahannya saat mendengar Gajah Sumatera dibunuh.
"Saya ini bapak angkatnya gajah," tegas Herry.
Lihat juga Video 'Ini Erin, Gajah Sumatera yang Kehilangan Belalai dan Rasa Percaya Diri:
(mea/imk)










































