Polri memberikan penghormatan kepada Reno, seekor anjing pelacak (K9) milik Polda Riau, melalui penganugerahan medali penghargaan dari Kapolri. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi negara atas dedikasi luar biasa polisi satwa dalam misi kemanusiaan dan kerja keras tanpa pamrih selama masa tugasnya.
Pemberian penghargaan berupa medali Vira Satya Manava Raksaka Pasu dari Kapolri ini digelar di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Karowatpres Polri Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto, Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam Polri Kombes Pol Gatot Aris Purbaya, pecinta hewan sekaligus aktivis Melanie Subono, serta para pejabat utama Polda Riau.
Dalam amanatnya, Karowatpres Polri Brigjen Budhi Herdi mengatakan penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas dedikasi luar biasa Reno yang telah 'mendahului' setelah menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui bahwa selama ini peran vital satwa dalam membantu tugas operasional sering kali luput dari perhatian dalam hal apresiasi formal. Sosok Reno menjadi pemicu lahirnya sebuah kebijakan baru di tubuh Polri yang tak hanya memberikan penghargaan kepada personel, tetapi juga kepada satwa-satwa yang telah membantu tugas-tugas kepolisian.
Karowatpres SSDM Polri Brigjen Budhi Herdi Susianto. (Foto: dok. Polda Riau) |
"Kehadiran kami di sini adalah untuk mewakili Bapak Kapolri guna menyerahkan penghargaan kepada Reno. Dari Reno inilah muncul ide dan kesadaran bagi kami, bahwa selama ini kami kurang memberikan penghargaan kepada satwa-satwa yang telah luar biasa membantu tugas kepolisian," ujar Brigjen Budhi Herdi di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (4/2/2026).
Atas dasar itulah, Kapolri menetapkan penghargaan Vira Satya Manava Raksaka Pasu. Secara etimologi, nama ini memiliki makna mendalam, yakni Hewan Pemberani, Penjaga Kebenaran, dan Kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Brigjen Budi Herdi menekankan bahwa keberanian satwa seperti Reno adalah bentuk pengabdian yang murni. Tanpa mengejar pangkat, gelar pahlawan, ataupun pujian, satwa-satwa ini bekerja hanya dengan loyalitas untuk menemukan kebenaran.
"Reno bekerja tanpa mengenal lelah dan tanpa pamrih. Dia tidak tahu apa itu kata pahlawan atau pangkat. Yang dia tahu hanya satu: menemukan dan menjalankan tugasnya dengan tuntas. Keberanian tanpa embel-embel inilah yang kami harap dapat menginspirasi kita semua," tegasnya.
Pahlawan Tanpa Pamrih
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Kapolri terhadap Reno. Kapolda menyebut Reno adalah pahlawan kemanusiaan yang bekerja dengan tulis dan tanpa pamrih serta tak mengenal lelah.
Ia berharap pemberian penghargaan bagi Reno ini sekaligus dapat memberikan inspirasi kepada seluruh personel Polda Riau untuk menanamkan nilai-nilai kesetiaan dari Reno si anjing pelacak.
"Semoga pemberian penghargaan ini dapat memberikan inspirasi untuk personel Polda Riau untuk terus bekerja dengan niat, tanpa pamrih, berlaku baik kepada semua, manusia, alam lingkungan dan ekosistem di dalamnya," ujar Irjen Herry.
Sementara itu, Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam Polri Kombes Pol Gatot Aris Purbaya, menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan kepada Reno yang merupakan salah satu partner Ditpolsatwa. Kombes Gatot Aris menambahkan bahwa Polri tidak hanya sebagai aset, tetapi juga partner kerja Polri yang mendapatkan perawatan dan dijaga dengan baik oleh Polri.
"Untuk seluruh dog lover, Kami memiliki standar operasional prosedur dalam melaksanakan pengamanan, kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Reno, ada 11 tim kami berangkatkan ke Sumatera, kami jaga dan kami rawat dengan baik," kata Gatot Aris.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan berharap penghargaan terhadap Reno si anjing K9 dapat menginspirasi personel untuk bekerja tanpa pamrih dan ikhlas, Rabu (4/2/2026). Foto: dok. Polda Riau |
Reno dan Misi Kemanusiaan
Reno merupakan anjing pelacak berjenis Belgian Malinois yang berusia 8 tahun 4 bulan. Anjing K-9 ini gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam Operasi Aman Nusa II di Kabupaten Agam, Sumbar.
Reno merupakan anjing K-9 spesialis search and rescue (SAR) yang secara aktif dilibatkan dalam berbagai operasi pencarian korban bencana. Pada tugas kemanusiaan di Agam, Reno mengalami kondisi yang mengakibatkan ia tidak dapat terselamatkan.
Jasad anjing spesialis kadaver itu dikuburkan secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir. Upacara dipimpin langsung oleh Direktur Samapta Polda Riau Kombes Syahrial M Abdi dengan dihadiri pasukan Polsatwa Polda Riau dan jajaran personel Polda Sumbar.
Reno telah membantu Polri dalam tugas kemanusiaan pencarian korban bencana Galodo di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Selama misi tersebut, Reno berhasil menemukan sejumlah korban. Atas perjuangannya tersebut, Reno mendapatkan medali penghargaan Vira Satya Manava Raksaka Pasu, yang artinya 'Hewan Pemberani Penjaga Kebenaran dan Kemanusiaan'.
Lihat juga Video 'Anggota DPR Dukung Robot Anjing K9 Polri: Inovasi Itu Penting':













































