Kepolisian Daerah (Polda) Riau menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur jembatan. Tak hanya membangun jembatan, Polda Riau juga merenovasi ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 020 Sapat, Parit 14, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri, Indragiri Hilir (Inhil).
Di sekolah terpencil ini, Satbrimob Polda Riau dan Polres Inhil tengah berjibaku melakukan renovasi terhadap bangunan sekolah yang rusak dan akses jembatan yang sempat memprihatinkan. Kondisi tiga ruangan kelas dengan plafon yang nyaris rubuh, para siswa harus belajar secara bergantian dalam satu ruangan.
Selain itu, para siswa juga harus bertaruh keselamatan menuju ke sekolah. Jembatan satu-satunya menuju ke sekolah sudah lapuk dan banyak bolong sehingga berpotensi membuat para murid terjatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dansat Brimob Polda Riau, Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa, selaku pimpinan Satgas di lapangan mengungkapkan kondisi miris yang dialami para siswa sebelum intervensi dilakukan. Di sekolah tersebut, puluhan siswa harus berbagi ruang dalam kondisi yang sangat terbatas.
Berdasarkan data di lapangan, SDN 020 Sapat memiliki 26 siswa yang aktif menimba ilmu. Namun, keterbatasan fasilitas membuat proses belajar mengajar jauh dari kata ideal. Selama ini, hanya satu ruang kelas yang layak digunakan, sehingga siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 terpaksa belajar bersama dalam satu ruangan yang sama secara bergantian.
"Kondisi sekolah saat ini memang cukup menantang. Hanya satu kelas yang bisa digunakan untuk belajar-mengajar bagi seluruh siswa dari kelas 1 sampai 6 secara bergantian. Sementara itu, tiga ruang kelas lainnya mengalami rusak berat dan saat ini sedang dalam proses renovasi intensif oleh tim Polda Riau," jelas Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, Selasa (3/2/2026).
Polda Riau dan Polres Inhil bedah SD di Inhil, merenovasi ruang kelas dan jembatan, Selasa (2/2/2026). Foto: dok. Polda Riau |
Intervensi yang dilakukan Polda Riau mencakup dua aspek vital. Selain memperbaiki tiga ruang kelas yang rusak berat agar layak digunakan kembali, tim Satgas juga fokus membangun jembatan permanen sebagai akses utama menuju sekolah.
Jembatan ini sangat krusial mengingat letak geografis sekolah yang berada di wilayah perairan/parit. Tanpa akses yang aman, keselamatan para siswa dan guru menjadi taruhan setiap hari. Dengan pembangunan jembatan baru, diharapkan rasa cemas orang tua saat melepas anak-anak bersekolah dapat hilang sepenuhnya.
Saat ini, pembangunan renovasi sekolah sudah memasuki tahap pengerjaan lantai. Polda Riau mengganti lantai kayu yang sudah lapuk dengan yang lebih kokoh.
Sementara jembatan ke sekolah sudah diperbaiki. Saat ini jembatan memasuki tahap finishing untuk pengerjaan pagar pembatas dan pengecatan.
Polda Riau bedah SD di Inhil, merenovasi ruang kelas dan jembatan, Selasa (2/2/2026). Foto: dok. Polda Riau |
Menjembatani Peradaban Menggapai Harapan
Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan keadilan akses dan konektivitas bagi seluruh lapisan masyarakat Riau. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat pemerataan akses di daerah terpencil.
"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk pelaksanaan kegiatan kita kolaborasi dengan masyarakat. Polri hadir bergandengan tangan dengan Pemda-Pemda," ujar Irjen Herry Heryawan di Pekanbaru, Rabu (28/1).
Berdasarkan asesmen yang dilakukan tim Polda Riau, ditemukan fakta bahwa banyak wilayah yang terputus aksesnya akibat kondisi jembatan yang memprihatinkan. Sebagai respons cepat, Satgas ini akan menangani 26 titik jembatan yang tersebar di seluruh Provinsi Riau.
Rincian proyek tersebut meliputi, pembangunan baru 17 unit jembatan dengan total panjang mencapai 463 meter, dan renovasi/perbaikan 9 unit jembatan dengan total panjang 263 meter.
Menurut jenderal bintang dua tersebut, ada nilai keadilan yang sedang diperjuangkan. Ia menekankan bahwa anak-anak di pedalaman memiliki hak yang sama untuk bersekolah dengan aman, sebagaimana anak-anak di perkotaan yang memiliki akses mudah.
"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ, bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain," tegasnya.
Lihat juga Video 'Jembatan Pelabuhan Tanjung Buton Siak Ambruk, Mobil Nyemplung ke Laut':
(mea/mea)












































