Hari Kelima Pembangunan, Jembatan Sungai Penyengat Siak Mulai Bersolek

Hari Kelima Pembangunan, Jembatan Sungai Penyengat Siak Mulai Bersolek

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 02 Feb 2026 13:07 WIB
Hari Kelima Pembangunan, Jembatan Sungai Penyengat Siak Mulai Bersolek
Foto: Pembangunan Jembatan Sungai Penyengat di Kabupaten Siak, Riau sudah hampir selesai. (dok. Polres Siak)
Siak -

Memasuki hari kelima pengerjaan renovasi Jembatan Sungai Penyengat, Kabupaten Siak menunjukkan progres yang signifikan. Jembatan dengan panjang 42 meter itu kini sudah memasuki tahap pengelasan dan pengecatan untuk estetika.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi bagi masyarakat setempat. Lebar jembatan 3 meter menjadikannya jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah serta rute krusial untuk perputaran ekonomi warga.

"Alhamdulillah, sampai hari kelima ini pekerjaan berjalan lancar. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah agar tidak lagi khawatir saat menyeberang. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk selalu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Sepuh dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah komando langsung Kapolsek Koto Gasib, Iptu Suhardiyanto, tim gabungan melakukan pembagian tugas yang efisien. Pada hari keempat ini, fokus pengerjaan mencakup beberapa aspek teknis dan pembenahan lingkungan yang meliputi pengelasan lantai jembatan untuk memastikan kekuatan landasan serta pengecoran fondasi sebagai kedudukan tiang jembatan agar lebih kokoh.

"Kemudian personel melakukan pengecatan pada pagar dan lantai jembatan guna melindungi material dari korosi sekaligus mempercantik tampilan," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, personel Polri, TNI dan masyarakat melakukan pembersihan semak belukar di sekitar area jembatan dilakukan untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan bagi pengendara.

"Selanjutnya akan dibuat titik pemasangan prasasti sebagai penanda kerja sama kolektif antara Polri dan warga," imbuhnya.

Kekuatan personel yang dikerahkan menunjukkan keseriusan Polda Riau dalam mendukung pembangunan daerah. Tim terdiri dari personel Polsek Koto Gasib, Satpolairud Polda Riau, BKO Brimob, hingga BKO Ditsamapta Polda Riau.

Aksi sosial ini juga melibatkan elemen sipil yang luas, mulai dari perangkat Desa Buatan I hingga mahasiswa kuliah kerja nyata dari Universitas Riau (UNDRI). Kehadiran para mahasiswa ini menambah energi baru dalam interaksi sosial antara aparat dan warga di lokasi.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menyatakan bahwa kehadiran Polri di tengah proyek renovasi ini adalah wujud nyata dari pengabdian yang melebihi tugas rutin.

Pembangunan Jembatan Sungai Penyengat di Kabupaten Siak, Riau sudah hampir selesai.Foto: Pembangunan Jembatan Sungai Penyengat di Kabupaten Siak, Riau sudah hampir selesai. (dok. Polres Siak)

Menjembatani Peradaban Menggapai Harapan

Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan kehadiran pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan keadilan akses dan konektivitas bagi seluruh lapisan masyarakat Riau. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat pemerataan akses di daerah terpencil.

"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk pelaksanaan kegiatan kita kolaborasi dengan masyarakat. Polri hadir bergandengan tangan dengan Pemda-Pemda," ujar Irjen Herry Heryawan di Pekanbaru, Rabu (28/1).

Berdasarkan asesmen yang dilakukan tim Polda Riau, ditemukan fakta bahwa banyak wilayah yang terputus aksesnya akibat kondisi jembatan yang memprihatinkan. Sebagai respons cepat, Satgas ini akan menangani 26 titik jembatan yang tersebar di seluruh Provinsi Riau.

Rincian proyek tersebut meliputi, pembangunan baru 17 unit jembatan dengan total panjang mencapai 463 meter, dan renovasi/perbaikan 9 unit jembatan dengan total panjang 263 meter.

Menurut jenderal bintang dua tersebut, ada nilai keadilan yang sedang diperjuangkan. Ia menekankan bahwa anak-anak di pedalaman memiliki hak yang sama untuk bersekolah dengan aman, sebagaimana anak-anak di perkotaan yang memiliki akses mudah.

"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ, bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain," tegasnya.

Simak juga Video 'Warga Tambaksari Semarang Terisolasi gegara Jembatan Ambrol':

(mea/zap)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads