Jembatan penghubung di Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak ambruk. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa meski satu unit mobil dan motor ikut terbawa hanyut.
"Polres Siak telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, KSOP, serta instansi terkait guna penanganan lanjutan dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujar Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Peristiwa itu terjadi di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Senin, 5 Januari 2026. Pihak kepolisian telah turun ke lokasi dan memasang pengamanan sebagai perimeter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Sungai Apit Iptu Budiman S. Dalimunthe menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengamanan awal. Selain melakukan sterilisasi, pihak kepolisian juga menutup akses sementara ke pelabuhan.
"Polsek Sungai Apit langsung melakukan sterilisasi lokasi, memasang garis polisi, serta menutup akses ke area pelabuhan guna menghindari adanya korban dan menjaga keselamatan masyarakat," ujar Iptu Budiman.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Siak AKP Irva Donny, menjelaskan personel melaksanakan patroli dan pengamanan untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi.
"Personel Sat Polairud bersama Polsek Sungai Apit segera melakukan pengamanan lokasi dan patroli perairan guna memastikan tidak adanya korban jiwa serta mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi membahayakan," ujar AKP Irva Donny.
Sebagai informasi, pelabuhan tersebut dibangun pada tahun 2004 dan selama ini difungsikan sebagai sarana pemuatan cangkang dari area stockpile ke kapal.
Mobil dan Motor Hanyut
Berdasarkan keterangan Kepala KSOP Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Capt. Andi Putra, kondisi pelabuhan telah menunjukkan tanda-tanda deformasi sejak bulan Juli 2025. Kemiringan struktur pelabuhan terus bertambah hingga bulan Desember 2025 dengan penurunan mencapai kurang lebih 40 sentimeter pada sisi kiri pelabuhan.
Pihak KSOP sebelumnya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) serta mengajukan perbaikan pondasi trestel pelabuhan kepada Kementerian Perhubungan pada bulan November 2025. Bahkan, beberapa jam sebelum kejadian, tim KSOP Pakning telah melakukan pengecekan dan memasang plang larangan masuk bagi pihak yang tidak berkepentingan.
Salah seorang saksi, Aslam Mareden, pemilik kendaraan Toyota Avanza Veloz BM 1648 LQ, menerangkan bahwa pada saat kejadian dirinya sedang berada di atas pelabuhan untuk memperbaiki mesin genset. Saat bagian pelabuhan terputus, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor turut terjatuh ke laut.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Lihat Video Jembatan Pelabuhan Tanjung Buton Siak Ambruk, Mobil Nyemplung ke Laut
(mea/dhn)










































