Polsek Kampar Kiri menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian alam dengan menggelar aksi penanaman pohon di Stadion Yayasan Kenegerian Lipatkain, Desa Lipatkain Selatan, Kabupaten Kampar, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan program Green Policing yang dicanangkan Polda Riau.
Penanaman pohon dipimpin langsung oleh Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Rusyandi Z. Siregar. Aksi lingkungan ini tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga merangkul tokoh adat setempat, yakni Ninik Mamak Kenegerian Lipatkain, sebagai simbol kolaborasi menjaga kelestarian tanah ulayat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 bibit pohon keras ditanam di area stadion, yang terdiri dari 8 batang pohon mahoni dan 7 batang pohon trembesi. Pemilihan jenis pohon ini didasari atas fungsinya sebagai peneduh dan penyerap air yang efektif untuk area publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui penanaman pohon ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif sebagai pelopor kelestarian lingkungan hidup," ujar Kompol Rusyandi Z. Siregar di sela-sela kegiatan.
Kapolsek menambahkan bahwa keterlibatan Ninik Mamak dan pengurus Yayasan Kenegerian Lipatkain sangat krusial. Hal ini dilakukan agar kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau dapat mengakar hingga ke lapisan masyarakat adat terkecil.
Foto: Polsek Kampar Kiri dan Ninik Mamak menanam pohon wujudkan Green Policing. (dok. Polsek Kampar Kiri) |
Program Green Policing ini diharapkan mampu memberikan dampak ekologis jangka panjang bagi wilayah Lipatkain Selatan, yakni menciptakan lingkungan yang lebih sehat, asri, dan terhindar dari polusi.
"Diharapkan pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat ke depannya," tambah Kapolsek.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakapolsek Kampar Kiri beserta jajaran, Bhabinkamtibmas Desa Lipatkain Selatan, serta para penjaga kawasan stadion. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan khidmat, aman, dan kondusif.
Aksi humanis ini mendapat apresiasi positif dari tokoh adat dan warga sekitar. Mereka berharap sinergi seperti ini terus berlanjut guna memastikan pembangunan di wilayah Kampar Kiri tetap selaras dengan keseimbangan alam.
(mea/dhn)












































