Analisis Zuhairi Misrawi

Moderasi Islam ala Pangeran Salman

Zuhairi Misrawi - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 11:11 WIB
zuhairi misrawi
Zuhairi Misrawi
Jakarta -

Deemah Alyahya baru saja ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Digital (DCO). Penunjukan ini semakin mengukuhkan posisi Arab Saudi untuk menjadikan perempuan sebagai lokomotif pembangunan dan kemajuan untuk memuluskan visi 2030. Posisi tersebut sangat strategis dan prestisius, karena Deemah Alyahya akan menjadi salah satu simbol moderasi Islam yang dicanangkan Muhammad bin Salman (MBS) sejak 2017 lalu.

MBS semakin menunjukkan komitmennya untuk menatap masa depan Arab Saudi yang lebih cerah dan menjanjikan. MBS menegaskan, "Kita tidak akan kembali pada masa-masa gelap 30 tahun silam yang telah merusak Timur-Tengah. Kita akan segera mengatasi hal tersebut, sekuat-kuatnya dan saat ini juga. Arab Saudi akan mengukuhkan moderasi Islam. Arab Saudi akan terbuka pada semua agama dan semua negara."

MBS adalah simbol harapan bagi Arab Saudi karena menawarkan visi baru yang dapat menggambarkan wajah Arab Saudi masa kini. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan visi moderasi Islam benar-benar diimplementasikan sembari membangun kepercayaan di dalam negeri Arab Saudi agar terus menyonsong masa depan secara optimis.

Pengangkatan Deemah Alyahya sebagai Sekretaris Jenderal DCO berlangsung setelah Arab Saudi dipilih sebagai Presiden Organisasi Kerjasama Digital. Organisasi tersebut beranggotakan 7 negara, yaitu Arab Saudi, Bahrain, Jordania, Kuwait, Pakistan, Nigeria, dan Oman. Tidak tanggung-tanggung, kerja sama ekonomi yang akan direncanakan dalam DCO bisa mencapai 2 triliun dolar Amerika Serikat.

Hal ini dalam rangka mempersiapkan diri untuk terlibat dalam perdagangan digital secara global pada tahun 2025 yang akan mencapai 23 triliun dollar AS. Ranah yang menjadi perhatian negara-negara yang bergabung dalam DCO yaitu memperkuat kerjasama dalam sektor artificial intellegence, cyber security, IoT, big data, 5G, cloud computing, dan blockchain.

Penunjukan sosok perempuan untuk menempati posisi strategis tersebut dalam rangka memberikan kepercayaan pada kalangan perempuan untuk menempati posisi strategis sekaligus memastikan moderasi Islam bukan hanya isapan jempol. Perempuan merupakan kekuatan penting untuk menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu kekuatan ekonomi berpengaruh di masa mendatang.

Sebelumnya, MBS sudah memperbolehkan perempuan untuk mengemudikan mobil dan berpartisipasi dalam lingkungan militer. MBS juga mendorong kalangan perempuan menjadi aktor penting dalam perekonomian. Dalam satu dekade terakhir, pengusaha dari kalangan perempuan di Arab Saudi mengalami peningkatan sekitar 35%. Selain itu, pada tahun 2020 lalu, MBS juga menunjuk 10 perempuan untuk menempati posisi strategis dalam pengelolaan dua masjid, yaitu al-Masjidul Haram di Mekkah dan al-Masjid al-Nabawi di Madinah.

Pemandangan tersebut merupakan terobosan baru yang nyata dan sungguh-sungguh untuk memastikan moderasi Islam diterjemahkan dalam kebijakan publik, dengan memberi ruang yang seluas-luasnya terhadap kalangan perempuan untuk menjadi bagian penting dalam visi 2030. Pasalnya, dalam waktu yang sangat panjang kalangan perempuan belum mendapatkan kesempatan untuk berperan seluas-luasnya di ruang publik.

Kalangan perempuan Arab Saudi saat ini sedang mendapatkan momentum yang luar biasa untuk memberikan baktinya pada negeri mereka. Di bawah kepemimpinan MBS sebagai Putera Mahkota, yang digadang-gadang akan menjadi suksesor Raja Salman bin Abdul Aziz, Arab Saudi terus berproses dan bermetamorfosa menjadi negeri yang mengukuhkan moderasi Islam. Sebab elemen penting dalam moderasi Islam adalah partisipasi kalangan perempuan yang seluas-luasnya dalam ruang publik. Dan MBS sudah membuktikan hal tersebut dengan kebijakan-kebijakan yang terus memastikan partisipasi perempuan dalam lembaga-lembaga strategis.

Deemah Alyahya akan memantik tumbuhnya harapan yang membahana di seantero Arab Saudi, bahwa di masa mendatang akan semakin terbuka luas perihal keterlibatan kalangan perempuan dalam posisi strategis. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kalangan perempuan akan mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi jika kinerja mereka terus membaik dan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi visi 2030.

Wajah moderasi Islam Arab Saudi yang mulai tumbuh dan mekar tersebut merupakan sebuah ijtihad yang menginspirasi dunia Islam lainnya. Sebab jalan moderasi merupakan titah Tuhan yang harus terus ditegakkan di muka, sebagaimana ditegaskan di dalam al-Quran, Dan Kami telah jadikan kalian sebagai umat moderat (QS. Al-Baqarah [2]: 143).

Dalam beberapa dekade terakhir, sebagaimana diakui MBS, Timur-Tengah telah dikuasai oleh ekstremisme. Ekstremisme juga menjadi ancaman dunia yang harus dihadapi secara sungguh-sungguh, terukur, dan massif. Dan kita semua melihat di negeri ini masih ada orang-orang ekstremis yang melakukan bom bunuh diri dengan mengatasnamakan agama dan keyakinan.

Moderasi Islam ala MBS akan menjadi inspirasi kita semua, bahwa kalangan perempuan harus berperan dalam membangun bangsa dan peradaban dunia. Sangat disayangkan jika belakangan kita melihat adanya perempuan di Makassar dan Jakarta yang menjadi aktor bom bunuh diri dan aksi terorisme lainnya.

Perempuan sejatinya mempunyai kepercayaan yang tinggi, bahwa mereka sesungguhnya pilar peradaban bangsa dan dunia. Apa yang dilakukan MBS dengan memberikan peran yang terbuka bagi kalangan perempuan dapat menjadi pelajaran berharga bagi dunia Islam lainnya agar memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada kalangan perempuan untuk berpartisipasi di ruang publik, dan mencegah mereka agar tidak terlibat dalam jaringan teroris.

Apa yang dilakukan oleh MBS saat ini merupakan sebuah perjalanan sejarah yang ditunjukkan Arab Saudi sejak dahulu kala, bahwa negeri kaya minyak itu akan terus melakukan terobosan-terobosan untuk melakukan penyesuaian dengan perkembangan zaman. Bung Karno dalam bukunya Di Bawah Bendera Revolusi menegaskan, bahwa Arab Saudi merupakan sebuah negara yang selalu melakukan ijtihad untuk reformasi, sebab semua yang ada di muka bumi ini akan terus bereformasi dan berevolusi, panterei. MBS sedang melakukan itu semua untuk masa depan Arab Saudi yang lebih baik.

Zuhairi Misrawi cendekiawan Muslim, analis pemikiran dan politik Timur-Tengah di The Middle East Institute, Jakarta

Tonton Video: Hadapi Radikalisme, Mahfud Md: Mari Kita Kembali Ke Moderasi Beragama

[Gambas:Video 20detik]



(mmu/mmu)