Perjalanan

Tiga Puluh Jam Melintasi Tol Sumatera dan Jawa

Umi Badriyah - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 09:07 WIB
Pemandangan di Lintas Barat Sumatera Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu (Foto: Umi Badriyah)
Jakarta -

Lebih-kurang 1.172,5 km (22 jam 15 menit), demikian perkiraan perjalanan mesti ditempuh yang ditunjukkan oleh Google saat kami berencana untuk melakukan perjalanan darat ke kampung halaman. Masa pandemi dan menghindari kontak dengan banyak orang jika memilih perjalanan udara menjadi alasan. Namun demikian rapid test antibodi tetap kami siapkan untuk mengantisipasi jika diperlukan pemeriksaan saat perjalanan nanti.

Selanjutnya persiapan touring dilakukan dengan riang gembira dan tentu saja persiapan fisik dan istirahat yang cukup. Pesisir pantai yang indah menjadi santapan mata di sepanjang perjalanan dari Provinsi Bengkulu sampai Lampung. Perjalanan melalui jalur lintas barat Sumatera ini sangat menyenangkan. Diselingi dengan istirahat dan salat di sepanjang perjalanan sampai kemudian melintasi area Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Jalur perbukitan ini sangat menantang; performa mobil benar-benar harus dalam kondisi yang prima. Di perjalanan kami berpapasan dengan truk-truk yang memuat berbagai kebutuhan masyarakat di daerah Sumatera. Sepanjang jalan ini relatif aman dari tindak kejahatan.

Di beberapa tanjakan di daerah Lampung dalam wilayah Bukit Barisan Selatan terlihat pengemudi dan kernet truk-truk bahu-membahu jika mereka bergantian menaiki lintasan yang cukup tinggi dan sulit untuk kendaraan bermuatan besar. Demikian juga di area menurun, aroma karet rem seperti terbakar sering tercium.

Sepanjang perbukitan kita juga disambut oleh begitu banyak penghuni hutan yang dengan ramahnya duduk-duduk di tepi jalan seakan menyambut kedatangan para tamu mereka. Ya, monyet-monyet lampung ini sepertinya sudah terbiasa dengan tamu-tamu mereka yang melintas setiap saat. Namun demikian bagi pengendara diharapkan untuk berhati-hati agar jangan sampai menabrak monyet-monyet tersebut.

Jika Anda berencana melalui lintasan ini, siapkan juga makanan ringan atau buah-buahan. Menyenangkan sekali melihat mereka berebut makanan yang kita berikan. "Seperti berada di Taman Safari" ujar anakku.

Pemandangan hijau nan asri dan udara yang sangat sejuk menyambut kita di sepanjang perbukitan. Kabut tipis sering kali kita temui di sepanjang perjalanan. Sejenak menikmati aroma pegunungan ini ampuh untuk meredakan sedikit ketegangan dari hiruk pikuk suasana perkotaan dan pekerjaan yang sering kali menimbulkan stres.

Di kaki Bukit Barisan ada sebuah masjid yang sangat asri dan bersahabat dengan para musafir. Masjid Imaduddin di daerah Pekon Tanggamus itu sangat familier dengan pengendara yang melintasi Lintas Barat Sumatera ini. Pengendara bisa beristirahat dan mendinginkan mesin mobil mereka untuk sesaat setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Sungguh asri tempat beristirahat ini; kita bisa beristirahat, salat, makan, ataupun membersihkan diri dengan air yang mengalir dari sumber air pegunungan yang melimpah dan sejuk. Pengurus masjid juga menyediakan air panas, kopi, dan gula bagi para musafir dengan gratis.

Fasilitas charge HP juga disediakan --setelah menempuh perjalanan jauh tentu hal ini menjadi sangat penting. Sungguh berbahagia berada di masjid dengan pengurus dan penduduk lokal yang ramah terhadap pengunjung. Adapun untuk menyediakan semua fasilitas tersebut berasal dari infak yang tentunya tidak akan keberatan dititipkan dari pengunjung yang datang.

Perjalanan melintasi hutan sungguh terasa melelahkan secara fisik. Namun jika dinikmati dengan rasa syukur akan menambah energi untuk terus melanjutkan perjalanan. Melintasi area pinggiran Provinsi Lampung kita bisa melihat rumah-rumah penduduk dengan ciri hiasan berbentuk Menara Siger.

Dua puluh jam perjalanan ditempuh dari Bengkulu sampai ke Pelabuhan Bakauheni dengan diiringi beberapa kali istirahat dan laju kendaraan yang cukup santai. Jalan tol di Lampung sedikit menghemat waktu tempuh. Jangan lupa siapkan saldo e-Toll, karena semenjak situasi pandemi Covid-19 ini transaksi di jalan bebas hambatan harus menggunakannya.

Sebelum memasuki pelabuhan kita harus membeli tiket keberangkatan kapal. Kementerian Perhubungan telah meluncurkan sebuah aplikasi bernama Ferizy untuk membeli tiket secara online. Ada beberapa pilihan kapal yang dapat digunakan yaitu reguler dan ekspres. Pembelian tiket juga dapat dilakukan di minimarket. Jika kita belum bisa memperkirakan jam keberangkatan, disarankan untuk membeli tiket mendekati area pelabuhan.

Melintasi Selat Sunda sungguh hal yang menyenangkan. Meskipun hujan cukup deras mengiringi perjalanan, namun kapal tetap melaju dengan anggun dan indahnya. Melihat riak gelombang diterjang badan kapal serta melihat laut yang terhampar sangat memanjakan mata.

Tiba di Pelabuhan Merak kapal merapat ke dengan tenang yang digawangi oleh ABK yang profesional. Keluar dari kapal sungguh sangat jauh berbeda pemandangan yang tersaji di depan mata; jika di Pulau Sumatera terbentang hutan dan perkebunan, maka begitu turun dari Merak tersaji bangunan-bangunan yang gagah dan kokoh. Sungguh perbedaan yang sangat nyata hasil pembangunan di Indonesia.

Melintasi rute dari mulai Tol Jakarta-Merak, Jakarta-Cikampek, Cikopo-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang sangat menyenangkan dan menghemat waktu tempuh. Kurang lebih 674,4 km jarak antara Bengkulu ke Pelabuhan Bakuheni ditempuh dalam 20 jam sedangkan 517,6 km jarak dari Pelabuhan Merak sampai ke kampung halaman ditempuh dalam 10 jam.

Melihat dan menikmati hasil pembangunan di Indonesia semenjak pemerintahan Presiden Joko Widodo memang diakui sangat memuaskan. Perbedaan fasilitas jalan terutama di wilayah Sumatera dapat dimaklumi karena lintasannya melewati hutan lindung yang kita juga berkewajiban untuk tetap menjaga kelestariannya.

Lintas Barat Sumatera menuju Provinsi Bengkulu bukanlah jalan lintas yang utama dan ramai, sehingga dapat dimaklumi jika pemerataan pembangunan di Provinsi Bengkulu menjadi sedikit tertinggal dibandingkan wilayah Sumatera lainnya.

Semoga saja pembangunan jalan tol dan rintisan pelabuhan di Provinsi Bengkulu dapat membuka wilayah ini dan ketertinggalan. Banyak sekali potensi pariwisata yang dapat dikembangkan di Provinsi ini. Sentuhan dingin pemimpin yang berani dan smart sangat diperlukan serta dapat merangkul dukungan dari pemerintah pusat untuk kemajuan Provinsi Bengkulu.

(mmu/mmu)