Kolom

Ganjar Provokasi Pemuda Jateng

Timboel Siregar - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 18:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di UNS Solo, Rabu (4/3/2020).
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Jakarta -

Perayaan Hari Sumpah Pemuda setiap tahun diharapkan mampu menginspirasi dan mendorong pemuda Indonesia bersikap dan bertindak untuk membangun bangsa ini dalam bingkai nasionalisme Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam sejarahnya, peran pemuda sangatlah besar, mulai dari momentum Sumpah Pemuda, Proklamasi sampai reformasi saat ini sehingga tepat bila pemuda menjadi garda terdepan pembangunan Bangsa Indonesia.

Dengan kondisi tantangan zaman yang berbeda pada masa ini, di era teknologi digital dengan persoalan multidimensi yang dihadapi bangsa ini seperti pengangguran, kemiskinan, ketimpangan sosial, ancaman disintegrasi bangsa hingga pandemi COVID-19 yang terus menghantui dunia, tentunya pemuda ditantang untuk bisa menunjukkan dan membangun Indonesia dengan tampil memberikan solusi terbaik untuk mengatasi segala permasalahan, dan juga memberikan harapan baru bagi bangsa ini untuk lebih baik lagi dalam pengembangan di segala bidang (Nur Khalik, Kepemimpinan Kaum Muda, (Klaten: Cempaka Putih, 2010), Hlm. 64- 65).

Tentunya dengan mengacu pada karakteristik pemuda seperti yang diamanatkan Pasal 6 UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan (UU Kepemudaan) yaitu memiliki semangat kejuangan, kesukarelaan, tanggung jawab, dan ksatria, serta memiliki sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis, dan futuristik, pemuda memiliki peran penting dalam mencari solusi sekaligus sebagai aktor untuk menjawab tantangan persoalan bangsa yang multi-dimensi tersebut.

Kemajuan pemuda tidak bisa lepas dari peran Pemerintah, baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda). Pemerintah Pusat dan Pemda diamanatkan untuk mendukung kemajuan pemuda, dengan tugas, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing, seperti yang tercantum dalam pasal-pasal dalam Bab IV UU Kepemudaan.

Peran Pemda

Peranan pemuda dalam pembangunan sangat penting artinya, bukan saja karena pemuda sebagai lapisan masyarakat paling besar, tetapi yang paling penting adalah karakteristik pemuda seperti yang disebutkan di Pasal 6 UU Kepemudaan menjadi modal besar bangsa ini untuk mencapai tujuan pembangunan Indonesia, yang dikonkritkan secara kuantitatif oleh Presiden Joko Widodo yaitu mencapai cita-cita Indonesia Maju 2045 dengan tiga indikator.

Pertama, pendapatan per kapita mencapai Rp 320 juta per tahun. Kedua, produk domestic bruto (PDB) nominal Indonesia mencapai USD 7 Triliun, sekitar Rp 98.000 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 14.000 per dollar. Ketiga, tingkat kemiskinan mendekati nol.

Tanggung jawab Pemerintah pada Pasal 13 UU Kepemudaan adalah melaksanakan penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi pemuda. Pemda memainkan peran penting untuk melaksanakan amanat pasal 13 ini dengan strategi yang didasari pada potensi kaum muda yang ada di wilayahnya masing-masing.

Tentunya pelaksanaan pasal 13 ini akan berhasil bila dimulai dengan membangun komunikasi dengan kaum muda, memfasilitasi anak-anak muda pelaku UMKM, hingga melibatkan kaum muda dalam proses perencanaan pembangunan (musrenbang).

Menarik apa yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang membuka komunikasi intens dan sapaan luwes dengan anak muda melalui media sosial, membuat lapak Instagram dengan nama Lapak Ganjar sebagai media promosi produk-produk UKM asal Jawa Tengah pada setiap hari Minggu, mendatangi kelompok tani milenial Citra Muda Getasan yang menanam lebih dari 70 jenis sayuran organik di lahan seluas 10 hektare, mengunjungi asrama mahasiswa yang berasal dari luar daerah dengan memberikan bantuan untuk kelangsungan pendidikan mereka yang terdampak COVID-19, hingga mengajak kaum muda ikut dalam proses musrenbang guna mendapatkan ide-ide segar tentang industri kreatif.

Tidak hanya itu, Ganjar Pranowo memberikan perhatian khusus dalam hal pendidikan dan pelatihan dengan membuat sekolah virtual dan memfasilitasi program magang ke Jepang bagi kaum muda, serta membangun kerjasama dengan swasta membuat program Kembulan Digital: Hetero for Startup, yaitu program untuk memberdayakan generasi muda.

Dan untuk memastikan hal ini berjalan di seluruh wilayah Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh Wali Kota dan Bupati berkomunikasi dengan anak muda, memfasilitasinya serta mensosialisasikan semua kebijakan dan program yang telah dibuat.

Ganjar Pranowo sedang terus memprovokasi pemuda Jawa Tengah untuk bersama sama membangun Jawa Tengah. Provokasi ini harus direspon secara proaktif juga oleh seluruh kaum muda Jawa Tengah.

Kehadiran UU Cipta Kerja yang memberikan kemudahan perizinan, akses permodalan, akses pasar dan pemberdayaan tentunya lebih menyelaraskan dengan apa yang telah dilakukan Ganjar Pranowo dalam menumbuhkan wirausahawan muda lebih banyak lagi di Jawa Tengah.

Kebijakan pro aktif Ganjar Pranowo dan hadirnya UU Cipta Kerja akan mempercepat penciptaan lapangan kerja di Jawa Tengah, sehingga memperbesar jumlah angkatan kerja produktif, yaitu menggeser jumlah orang yang masuk dalam kategori bukan angkatan kerja menjadi kategori angkatan kerja, serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Tengah lebih signifikan. Penciptaan lapangan kerja akan menurunkan angka kemiskinan sehingga lebih menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan Data BPS, total angkatan kerja di Jawa Tengah tahun 2019 sebanyak 18.260.508 orang (termasuk jumlah pengangguran sebanyak 819.355 orang atau sekitar 4,4% di bawah angka TPT nasional 5,01%) dan bukan angkatan kerja sebanyak 8.351.763 orang (termasuk orang yang masih sekolah sebanyak 1.917.325 dan yang mengurus rumah tangga sebanyak 5.167.824 orang).

Langkah Ganjar Pranowo terhadap kaum muda ini merupakan perwujudan konkret amanat Pasal 13 UU Kepemudaan dengan melakukan penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan potensi anak-anak muda di seluruh Jawa Tengah untuk ikut membangun dengan talenta-talenta yang mereka miliki.

Seyogyanya seluruh Pemda lebih meningkatkan dukungan bagi pelibatan generasi muda. Tentunya pelibatan tersebut sebagai wujud partisipasi generasi muda dalam pembangunan yang harus sejalan dengan cita-cita nasional, yaitu mengambil bagian secara efektif mempelopori kewirausahaan di masyarakat.

Pada prinsipnya peranan generasi muda merupakan rangkaian usaha meningkatkan dan menetapkan kesadaran kenegaraan guna menunjang kelestarian Pancasila dan UUD 1945. Semoga seluruh Pemda mau melibatkan secara aktif generasi muda dalam pembangunan di daerahnya, seperti yang dilakukan Ganjar Pranowo kepada kaum muda di Jawa Tengah.

Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch dan Sekjen OPSI-KRPI

(ega/ega)