Kolom

Bersama Negara Melawan Corona

Helmi Abdullah - detikNews
Selasa, 14 Apr 2020 12:32 WIB
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.
Presiden Jokowi (Foto: Hafidz Mubarak A/Antara)
Jakarta -

Dengan telah ditandatanganinya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2020 pada 31 Maret 2020 oleh Presiden Jokowi, rakyat Indonesia mendapat peluang besar untuk bahu membahu bersama negara melawan wabah corona.

Jika Perpu ini disetujui DPR, maka pemerintah dapat menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dan/atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan tujuan tertentu khususnya dalam rangka pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) dan dapat dibeli oleh investor korporasi dan/atau investor ritel sebagaimana disebutkan dalam Pasal 2 ayat 1 Perpu tersebut.

Jika hal ini dapat menjadi masif, maka Indonesia akan bisa meniru Jepang; utang negara Jepang dikuasai penduduk Jepang sendiri. Hal ini menyebabkan Jepang masih bisa bertahan sebagai negara maju walaupun utangnya sudah mencapai dua kali lipat nilai ekonominya.

SUN/SBSN ini praktis, anti default, dan memiliki kontribusi sosial. Setiap elemen bangsa yang membeli SBSN ini tidak perlu khawatir dana tidak kembali karena dana terjamin oleh negara serta memiliki imbal hasil yang juga pastinya menarik sekaligus dapat membantu penanggulangan pandemi Covid-19.

Peluang bagi Perusahaan

Di era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA) ini, maka investasi ke negara dapat menjadi salah satu pilihan menarik. Bagi para pengusaha, selain mendapatkan keuntungan yang pasti berupa diskonto saat membeli SUN dan/atau SBSN tersebut, perusahaan juga akan mendapatkan imbal hasil (kupon) setiap bulannya.

Selain sisi komersil, perusahaan yang membeli SUN/SBSN ini juga sekaligus berkontribusi bersama melawan corona. Namun tidak dapat dipungkiri, tidak sedikit perusahaan yang terdampak wabah Covid-19 ini dan mengakibatkan gulung tikar serta melakukan PHK besar-besaran terhadap banyak karyawannya.

Berkaitan dengan kondisi ini, Perpu 1/2020 ini juga membuka peluang pendanaan kepada korporasi/swasta yang mengalami kesulitan ekonomi dengan cara repo SUN atau SBSN yang dimiliki korporasi/swasta melalui perbankan sehingga seluruh elemen bangsa dapat bahu membahu saling tolong menolong menguatkan ketahanan ekonomi bangsa.

Peluang bagi Ormas Sosial

Organisasi kemasyarakatan di bidang sosial baik yang tidak berbadan hukum atau yang berbadan hukum yayasan atau perkumpulan sebagaimana diatur dalam Pasal 11 ayat 1 UU 17/2013 tentang Ormas sangat berperan bagi terbentuknya civil society dalam sebuah negara.

Organisasi kemasyarakatan di bidang sosial kali ini dapat bersama negara melawan corona dengan menghimpun dana masyarakat untuk penanggulangan bencana wabah dan membeli SUN/SBSN sebagai investor korporasi. Bagi organisasi kemasyarakatan di bidang sosial yang berada di Provinsi DKI Jakarta, hal ini diperkuat dengan telah ditetapkannya Pergub DKI Jakarta Nomor 33 tahun 2020 yang mengecualikan organisasi kemasyarakatan di bidang sosial dari penghentian sementara aktivitas bekerja/kantor saat telah ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga masih tetap bisa beraktivitas sebagaimana biasa.

Khusus ormas Islam yang melakukan kegiatan pengumpulan dan penyaluran Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dapat juga mengambil peluang ini dengan membeli SBSN (atau sering disebut Sukuk Negara) yang sudah dikemas dalam program Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Dalam program CWLS, ormas Islam dapat menghimpun dana wakaf abadi atau dana wakaf berjangka sebagaimana diatur dalam Pasal 7 UU 41/2004 tentang Wakaf. Setelah dana terhimpun (minimal Rp 50 miliar) maka ormas Islam dapat menempatkan dananya dalam Sukuk Negara (SBSN) Seri SW ini dan langsung mendapatkan diskonto saat pertama penempatan serta juga mendapatkan imbal hasil (kupon) setiap bulannya sampai jatuh tempo pengembalian dana wakaf tersebut kepada ormas dalam lima tahun oleh negara secara utuh.

Apabila akad kepada donatur diawal adalah wakaf berjangka, maka setelah ormas mendapatkan pengembalian dana dari Sukuk Negara ini, ormas Islam bisa mengembalikan dana wakaf berjangka tadi kepada para donatur secara utuh juga tanpa harus memberikan diskonto dan kupon yang diberikan oleh negara. Diskonto dan kupon tersebut bisa langsung disalurkan untuk program-program penanggulangan bencana wabah Covid-19.

Peluang bagi Masyarakat

Data Program Pangan Dunia (WFP) menyebutkan bahwa virus corona menginfeksi lebih banyak pada masyarakat kelas menengah atas dibandingkan masyarakat kelas menegah bawah. Tren ini memang membuat program kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan dalam Perpu 1/2020 memiliki tantangan tersendiri. Hal ini ditambahkan menurut Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 cenderung melemah yaitu hanya sebesar 4,97%.

Namun kita semua berharap, Perpu 1/2020 ini dapat menjadi pendorong bagi masyarakat kelas menengah atas yang memiliki keinginan bersama negara melawan corona dan juga masih sangat membutuhkan diskonto serta kupon agar dapat membeli SUN dan/atau SBSN sebagai investor ritel.

Maka, mari seluruh elemen bangsa bahu membahu bersama negara melawan corona. Setelah DPR menyetujui Perpu 1/2020, kita sebagai individu, atau sebagai organisasi sosial atau sebagai perusahaan, semua bisa berkontribusi bagi negara tercinta demi penanggulangan wabah ini. Kita semua percaya Indonesia dapat terbebas dari Covid-19.

Helmi Abdullah legal supervisor di ACT Foundation, mahasiswa Magister Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta

(mmu/mmu)