"Common Sense" Ishadi SK

Wira-Wiri Pindah Ibu Kota

Ishadi S.K - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 15:55 WIB
Ishadi S.K (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Saya tertarik dengan diskusi ringan teman-teman KRA-26 Lemhanas di WA tentang pemindahan Ibu Kota Jakarta ke perbatasan Balikpapan atau Samarinda. Saya berpendapat pemindahan bukan masalah yang mustahil. Australia pindah Ibu Kota ke Canberra pada 1913, Jerman pada 1994 ibu kotanya pindah dari Bonn ke Berlin, Canada pada 1857 membangun Ibu Kota Ottawa menggantikan Toronto yang dijadikan pusat bisnis, Amerika Serikat membangun Washington D.C pada 1970 untuk menggantikan New York City yang dijadikan kota bisnis dan lokasi Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada 1910, Ibu Kota Rusia St Petersburg pindah ke Moskow. Ibu Kota Brazil pada 1961 dipindahkan dari Rio de Janerio ke Brazilia di tengah hutan lebat Amazon yang dalam kurun waktu 10 tahun penduduknya bertambah dari 50.000 menjadi 3 juta jiwa. Dan, mengembangkan lahan pertanian dan industri baru disepanjang sungai Amazon.

Ibu Kota Burma (Myanmar) pindah dari Yangoon ke Naypyidaw 370 km di kedalaman Burma. Perpindahan dari Yangoon ke Naypyidaw "dirahasiakan" sampai kemudian seluruh ibu kota selesai dibangun. Pemindahan pegawai dilaksanakan secara massal tanpa mereka pernah mendengar atau menyaksikan pembangunan ibu kota baru itu sebelumnya.

Ada juga negara-negara yang dengan berbagai alasan ibu kotanya tidak dipindahkan dan menjadi penuh sesak, seperti Beijing, London, Paris, Cairo, Tokyo, Bangkok, dan banyak negara lainnya.

Berikut adalah daftar beberapa ibu kota yang dipindahkan ke lokasi yang baru. India pada 1912 memindahkan ibu kota dari Kolkata ke New Dehli. Pada 1967, Pakistan memindahkan ibu kota dari Karachi ke Islamabad City. Ibu Kota Nigeria pada 1991 dipindahkan dari Lagos ke Abuja. Arab Saudi pada 1818 memindahkan Ibu Kota Diriyah ke Riyadh.

Paling unik, Bolivia awalnya ibu kotanya Sucre yang dibangun pada 1825, pada 1899 dipindah La Paz yang kemudian berkembang amat cepat. Pada 2007, Presiden Evo Morales memutuskan atas desakan para pendukungnya untuk menetapkan dua ibu kota, Sucre dan Bolivia --menjadi satu-satunya negara yang memiliki dua ibu kota. Sucre tempat berkumpulnya partai olitik, La Paz menjadi pusat bisnis.

Terakhir, Seoul Ibu Kota Korea Selatan karena sudah semakin sesak, pemerintah menetapkan ibu kota baru yang amat modern Sejong, yang rencananya akan selesai dibangun pada 2030.

Alasan pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur sama seperti pindahnya Kuala Lumpur ke Putera Jaya di Malaysia pada 1999: banjir, kemacetan, dan kepadatan penduduk. Jakarta sudah waktunya dipindah sebagai ibu kota. Di Jakarta sudah tidak jelas lagi mana kawasan bisnis mana kawasan birokrasi, mana kepentingan usaha mana kepentingan politik dan sosial.

Jakarta dulu namanya Batavia empat abad lalu dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda. Ketika dibangun penduduknya lima ribu jiwa, lima abad kemudian penduduknya sudah lebih dari 15 juta jiwa termasuk penduduk sekitar Jabodetabek.

Pulau Jawa sendiri sudah mulai penuh sesak; ada 140 juta penduduk menghuni pulau Jawa yang luasnya sepertiga Sumatera, seperlima Kalimantan, dan seperdelapan Papua. Penduduk Indonesia tahun ini berjumlah 266 juta jiwa.

Ibu Kota Jakarta "harus" dipindahkan karena dalam waktu 15 tahun ke depan air laut teluk Jakarta akan merembes sampai Monas. Pergantian tahun 2019 ke 2020 ditandai dengan hujan lebat yang melanda 1/5 kota Jakarta menambah keyakinan perlunya ibu kota dipindahkan. Harga tanah khususnya di tengah kota satu meter persegi sudah mencapai Rp 100 juta. Tidak sanggup lagi membangun gedung-gedung perkantoran maupun usaha.

Perkara apakah Balikpapan-Samarinda adalah tempat yang paling ideal, menurut saya ideal kalau lokasi pesisnya dipertimbangkan sangat masak-masak.

Bung Karno Presiden RI yang visioner pada 1950 ketika penduduk Indonesia masih berjumlah 77,2 juta jiwa, Ibu Kota Jakarta 1400 jiwa, telah mencanangkan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

Kalimantan adalah pilihan yang sangat tepat sebagai lokasi ibu kota negara RI. Hutan belantaranya masih amat luas, hujan turun sepanjang tahun, beberapa sungai besar membelah kawasan pulau itu, nyaris tanpa gempa, dan tidak ada gunung berapi namun tanahnya subur ditandai oleh kawasan hutan karena banyak sungai mengalir secara merata di pulau yang besar itu.

Kalimantan merupakan pilihan terbaik dilihat dari sisi geo-politik negara Indonesia yang amat luas. Kalimantan bagian Selatan menyentuh Laut Jawa, diapit oleh Sulawesi di Timur, Sumatera di Barat dan Pulau Jawa di Selatan. Sangat strategis.

Kalimantan memiliki tambang batu bara terbesar di Asia serta minyak bumi dan gas yang sangat besar di Kalimantan Timur. Area hutan termasuk terluas di Indonesia yang apabila dikelola lebih baik akan mampu menjadi sumber pangan utama Indonesia pada masa depan.

Jadi, yuk, mari kita siap-siap (untuk berpikir) pindah!

Ishadi S.K Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)