DetikNews
Senin 24 September 2018, 06:53 WIB

Deklarasi Siap Menang Kalah, Bawaslu Jatim: Tolak SARA dan Hoaks

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Deklarasi Siap Menang Kalah, Bawaslu Jatim: Tolak SARA dan Hoaks Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Hari pertama masa kampaye Pemilu 2019, Bawasalu Jatim menggelar Deklarasi Kalah Terhormat dan Menang Bermartabat. Kegiatan itu digelar di Hotel Majapahit.

Deklarasi tersebut dihadiri kedua tim pemenangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 dan 2, jajaran pengurus partai politik, dan jajaran Forkompinda Jawa Timur. Komitmen siap kalah terhormat dan menang bermartabat dibuktikan dengan penandatanganan prasasti.

Ketua Bawaslu Jatim M Amin mengatakan hari pertama masa kampanye ini seluruh peserta pemilu 2019 di Jawa Timur berkomitmen menjaga kampanye damai dan juga berkomitmen siap kalah dan menang.


"Yang terpenting ialah mereka semua peserta pemilu siap kalah dengan terhormat dan menang bermartabat. Dalam artian, masa kampanye semua pihak mematuhi semua rambu-rambu aturan dan perundang-undang yang berlaku. Sehingga proses pemilu ini sesuai dengan proses yang diharapkan kepada pemilih untuk tanpa pamrih. Karena kita meminta kepada peserta pemilu untuk menolak money politic, politik sara, dan hoaks," kata Amin di sela-sela deklarasi, Minggu(23/9/2018) malam.

Amin berharap dengan proses pemilu berjalan jujur, adil dan damai. Yang terpilih adalah yang murni pilihan rakyat ke depan. "Dengan begitu akan bermanfaat bagi negara dan bangsa," ujar Amin.


Amin juga mengimbau kepada peserta Pemilu agar benar-benar menjalankan mekanisme peraturan yang telah ditetapkan. Baik itu dari KPU dan peraturan perundang-undangan.

"Kami berharap agar peserta pemilu benar-benar menjalankan aturan yang ada. Kalau pun mereka menang jangan sampai ada yang dibatalkan. Jadi setiap kandidat harus menghindari problem-problem yang memberatkan mereka. Karena dalam tahapan pemilu pasti ada titik rawan terutama money politic, apabila terbukti dan menjadi keputusan di pengadilan, maka secara administrasi peserta dianggap melanggar dan sanksi bisa diskualifikasi, walaupun dinyatakan menang," tandas Amin.



Saksikan juga video 'Jelang Pilpres, Ini 'Jurus Sakti' Google Hantam Hoax':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed