DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 17:39 WIB

Ini Alasan Chef Haryo Patok Harga Seribu pada Nasi Bungkusnya

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Ini Alasan Chef Haryo Patok Harga Seribu pada Nasi Bungkusnya Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Chef Haryo Pramoe beramal dengan menjual nasi bungkus seharga Rp 1.000 saja di Surabaya. Ada alasan khusus mengapa Haryo mematok nasi bungkusnya dengan harga tersebut.

"Sebenarnya seribu itu nilai ikhtiarnya, karena semua hidup itu membutuhkan ikhtiar. Untuk makan kita perlu jalan kaki, untuk makan kita perlu bekerja ya ikhtiar atau berusaha," ungkapnya saat ditemui detikcom di Bakmi MG Express Jalan Tenggilis Surabaya, Kamis (12/7/2018).


Terkait hal ini, Haryo juga berpesan untuk selalu berusaha dan tak pernah menyerah dalam menjalani hidup. Ia mencontohkan burung yang tidak punya akal saja, saban paginya akan keluar sarang untuk mencari makanan.

"Seribu itu nilai ikhtiar orang untuk berusaha, janganlah menyerah dengan keadaan. Karena ada pagi dan ada siang, ada panas ada dingin dan Burung pun yang tidak punya akal Berangkat pagi pulang sore sudah bawa makanan dan itu adalah ikhtiar," terangnya.

Tak hanya itu, warungnya yang diberi nama 'Nasi Lezat Syariah' itu juga mengandung makna tersendiri.

"Nasi Lezat Syariah itu sesuai dengan namanya. Nasinya harus lezat, harus enak. Apa yang kita makan apa yang kita pernah makan sehari-hari itu kita share," jelasnya.


Lantas saat ditanya akan dikemanakan uang hasil penjualan nasi bungkusnya, Haryo mengaku akan menyumbangkan seluruhnya ke masjid. Ia sendiri menegaskan bahwa kegiatannya beramal ini juga mewakili keluarganya.

"Kalau untuk uang hasil penjualan ini nanti saya masukkan ke masjid. Jadi memang ini adalah murni shodaqoh," pungkasnya.



(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed