DetikNews
Kamis 17 Mei 2018, 20:55 WIB

Pengemis Ini Kaya, Bawa Rp 15 Juta Saat Kena Razia

Yakub Mulyono - detikNews
Pengemis Ini Kaya, Bawa Rp 15 Juta Saat Kena Razia Saat uang si pengemis dihitung (Foto: Yakub Mulyono)
Jember - Seorang pengemis asal Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember, terjaring razia yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Saat diperiksa, dalam tas plastik yang dibawa pengemis bernama Imam Asrofi (38) ini terdapat uang tunai yang jumlahnya Rp 15 juta lebih.

Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Tunasosial Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan Wahyu Widodo mengungkapkan, Imam terjaring razia petugas di kawasan Kecamatan Nguling, Pasuruan, Senin (14/5). Imam terjaring razia bersama delapan gelandangan dan pengemis lainnya.

"Awalnya Satpol PP melakukan patroli, keliling di Kabupaten Pasuruan wilayah timur. Begitu ketemu bapak ini (Imam Asrofi), langsung diangkut. Kebetulan uangnya ketinggalan. Dia langsung bilang ke petugas," kata Wahyu setelah menyerahkan Imam ke Dinsos Jember, Kamis (17/5/2018).

Selanjutnya, sambung Wahyu, Imam mengambil tas plastik yang tertinggal di lokasi dia kena razia. Selain tas plastik, terdapat baju kumuh yang lama tidak dicuci.

Imam selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial kabupaten Pasuruan untuk diidentifikasi. Dari sinilah kemudian diketahui di dalam tas plastik Imam terdapat uang lebih dari Rp 15 juta.


Imam Asrofi, pengemis yang bawa uang RP 15 jutaImam Asrofi, pengemis yang bawa uang Rp 15 juta (Foto: Yakub Mulyono)

"Tepatnya Rp 15.904.050," kata Wahyu.

Uang tersebut merupakan hasil Imam mengemis. Uang itu tertata rapi dalam bungkusan plastik yang selalu dibawa Imam.

"Rapi ditali, terus dibawa dalam keresek. Pecahan ratusan ribu rupiah. Hasil recehan yang kemudian ditukar," kata Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Isnaini Dwi Susanti mengatakan pihaknya akan segera menyerahkan Imam kepada keluarga di Kasiyan. Petugas juga telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat.

"Kami sudah koordinasi dengan kepala desanya, dan pak kepala desa juga sudah mencari keluarganya," kata perempuan yang karib disapa Santi ini.

Menurut Santi, hari ini Imam akan diserahkan kepada keluarganya. "Kami antarkan ke keluarganya dan akan kami pantau terus dia, kami asesmen," kata Santi.

Mengenai adanya dugaan bahwa Imam mengalami gangguan jiwa, Santi menegaskan hal itu harus dilakukan cek medis dulu.

"Saya bukan dokter jiwa. Sebenarnya kami ingin dia menginap dulu di sini agar besok bisa kami bawa ke dokter. Tapi, karena dia ngotot ingin pulang, ya nggak apa-apa, daripada di sini tambah stres. Mungkin besok dijemput teman-teman untuk dibawa ke dokter," terang Santi.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed