DetikNews
Senin 16 April 2018, 19:12 WIB

Polisi Gerebek Pesta Seks Komunitas Swinger

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Polisi Gerebek Pesta Seks Komunitas Swinger Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap pesta seks komunitas, yaitu bertukar pasangan atau swinger yang melibatkan beberapa pasangan suami istri (pasutri) di Malang.

Pasutri-pasutri yang ambil bagian dalam pesta seks ini tergabung dalam sebuah WhatsApp grup. Polisi pun menetapkan satu tersangka bernama Tri Harso Djoko Sulistijono (53) atau Ion sebagai admin dari grup tersebut.

"Pengungkapan ini berasal dari informasi masyarakat tentang adanya perilaku seks menyimpang yaitu swinger yang melibatkan pasangan resmi," ujar Kasubdit Renakta Polda Jawa Timur AKBP Yudhistira Widyawan saat rilis di Kantor Humas Polda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (16/4/2018).

Dalam kasus ini, Ion membuat grup Whatsapp yang berjudul Sparkling, menyasar pada mereka yang memiliki fantasi hubungan seksual dengan bertukar pasangan. Untuk masuk ke grup, Ion menetapkan syarat, yakni setiap pasangan merupakan pasutri yang resmi menikah. Untuk membuktikannya, pasutri harus mencantumkan buku nikah agar bisa masuk ke dalam grup.

"Jadi syarat dari admin, pasangan wajib yang sudah resmi menikah karena harus menunjukkan buku nikah," tambah Yudhistira.

Pesta Seks Komunitas Seks Menyimpang di Surabaya Tersingkap Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Dalam kasus ini polisi mengamankan tiga pasangan yang tertangkap di salah satu hotel di Lawang, Malang. Namun yang bisa dihadirkan dalam rilis adalah RL (49), SS (47), WH (51), DS (29) dan AG (30).

Saat ditangkap, ketiga pasangan tersebut sedang melakukan hubungan seksual dengan bertukar pasangan dalam satu kamar hotel.

"Petugas menggerebek mereka di salah satu hotel di Malang. Saat digerebek kegiatan itu sedang berlangsung," tutur Yudhistira.

Dalam pengungkapan itu, polisi juga mengamankan empat kondom yang belum terpakai, enam celana dalam, tiga buah BH, satu telepon genggam, satu handuk dan dua sprei.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat tindak pidana dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain sebagaimana pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama satu tahun empat bulan.

Grup whatsapp Sparkling sendiri beranggotakan 28 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember, Nganjuk, dan Kertosono. Selain WhatsApp, mereka juga berhubungan dengan pasangan swinger lainnya melalui media sosial Twitter.


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed