DetikNews
Kamis 14 September 2017, 23:05 WIB

Polisi Tangkap Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Lakarsantri

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Polisi Tangkap Pembunuh Pemilik Warung Kopi di Lakarsantri Dua pelaku tertangkap, satu masih kabur (Foto: Istimewa)
Surabaya - Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap Suwarti (55), warga Karangan, Wiyung, Surabaya. Dua minggu melakukan penyelidikan, dua pelaku ditangkap.

Mereka adalah M Rifai (33), warg Jalan Tinalan IV, Kediri yang juga tinggal di Jalan Bagong Ginayan, Gubeng, Surabaya dan Arma Widiantara (34), warga Pucang Kerep, Pucang Sewu Surabaya.

Rifai tertangkap di kos nya di Jalan Bumiarja gang Kelinci, Wonokromo. Sementara Arma ditangkap di daerah asalnya yakni Dusun Talang Kembar, Krajan, Montong, Tuban.

"Satu pelaku masih kami buru yakni AN," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela kepada wartawan, Kamis (14/9/2017).

Dari keterangan kedua pelaku, motif yang mendasari mereka membunuh adalah ingin menguasai harta benda korban. Mereka bertiga sudah merencanakan aksi itu dan mempunyai peran masing-masing. Rifai adalah pelaku yang bertugas mengawasi keadaan.

Rifai adalah pelaku yang nongkrong di warung kopi milik korban hingga pukul 23.00 WIB pada Rabu (30/8/2017). Setelah memastikan warung sepi, Rifai menemui kedua tersangka di SPBU Driyorejo. Setelah bertemu, ketiganya bersamaan mendatangi warung sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat korban membukakan pintu setelah diketuk, para tersangka langsung membawa masuk korban ke bagian dalam warung hingga ke kamarnya. AN lalu memukul leher korban hingga korban tersungkur. Saat melucuti perhiasan, korban berontak.

Saat itulah Rifai langsung menusukkan pisau yang dibawanya ke leher korban. Karena korban masih memberontak, giliran AN yang menusukkan pisaunya ke bagian belakang leher korban.

"Saat kedua temannya menghabisi korban, tersangka AW bertugas mematikan lampu dan mengawasi keadaaan sekitar," kata Leo.

Setelah memastikan korban tewas, para tersangka kabur sambil membawa motor Honda BeAT, dua HP, dan perhiasan korban. Jenazah korban diketahui esok harinya oleh Kholil yang pagi itu ingin membeli kopi di warung korban.

Usai merampok harta korban, AN menjual perhiasan milik korban ke Pasar Blauran dan laku Rp 7 juta. Sementara motor korban dijual dengan harga hanya Rp 1,5 juta di seseorang di Sidoarjo.

Uang hasil penjualan barang rampokan itu dibagi oleh AN. Rifai diberi Rp 2,5 juta dan Arma diberi Rp 2 juta. Setelah itu AN sudah tak berkomunikasi dengan dua temannya tersebut.
(iwd/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed