DetikNews
Kamis 14 September 2017, 21:23 WIB

Pilgub Jatim 2018

Khofifah Tak Masuk 'Radar' Cagub Jatim Versi PSI, Mengapa?

Rois Jajeli - detikNews
Khofifah Tak Masuk Radar Cagub Jatim Versi PSI, Mengapa? Foto: Lamhot Aritonang
Surabaya - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) baru lahir sekitar tiga tahun lalu. Meski masih balita, PSI tetap ingin meramaikan gelaran Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang.

"PSI tetap ingin ikut berpartisipasi. Meksi kita belum punya hak mengusung, tapi kami juga ingin ikut mendukung," kata Ketua DPW PSI Jawa Timur Shobikin Amin kepada wartawan usai acara launching pendaftaran caleg 2019 di Rollas Cafe, Surabaya, Kamis (14/9/2017).

Ia menerangkan, saat ini PSI mulai tingkat kecamatan dan desa atau kelurahan terus melakukan konsolidasi agar dapat memenuhi persyaratan verifikasi dari KPU. Kader di PSI juga menginginkan bakal calon gubernur Jatim di Pilgub 2018 mendatang.

"Kita masih penjajakan aspirasi teman-teman di daerah. Yang penting, calon pemimpin Jawa Timur sesuai standar DNA PSI yakni, antikorupsi dan antiintoleransi," terangnya.

Meski belum mendapatkan hasil secara keseluruhan, dari surat edaran yang disebarkan ke pengurus hingga tingkat kecamatan dan desa, namun secara informal suara-suara di daerah menjaring beberapa kadindat cagub seperti Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Saifullah Yusuf-Gus Ipul (Wakil Gubernur Jawa Timur), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) dan Suyoto (Bupati Bojonegoro).

Kemanakah nama Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), yang dari berbagai lembaga survei namanya selalu muncul menjadi salah satu kadindat bakal calon Gubernur Jatim?

"Tidak ada nama Khofifah, mungkin karena frame dari teman-teman melihat kepala daerah yang berprestasi. Bu Khofifah kan bukan kepala daerah, jadi tidak tertarik," jelasnya.

Meski partai yang diibaratkan masih bayi, namun memiliki infrastruktur mulai dari pusat, provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan hingga ke tingkat desa atau kelurahan.

"Kita tahu diri sebagai partai baru. Tapi kita punya infrastruktur yang bukan kecil, dan lebih tertata," terangnya.

Ditanya apakah sudah melakukan komunikasi dengan tokoh yang bakal menjadi kadindat bakal calon gubernur, maupun partai politik yang memiliki hak mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Belum. Karena kita masih fokus pada proses verifikasi KPU," tandasnya.
(roi/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed