DetikNews
Senin 07 Agustus 2017, 13:00 WIB

Ormas di Jatim Tolak Patung Panglima Perang Kwaan Sing Tee Koen

Rois Jajeli - detikNews
Ormas di Jatim Tolak Patung Panglima Perang Kwaan Sing Tee Koen Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Massa dari berbagai elemen masyarakat Jawa Timur yang tergabung dalam Bhoemi Poetra Menggoegat menolak berdirinya patung dewa panglima perang Kwaan Sing Tee Koen di Tuban.

Aksi penolakan terhadap patung setinggi 30 meter yang didirikan di area klenteng Kwan Sing Bio digelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Senin (7/8/2017).

BACA JUGA: Patung Raksasa di Kelenteng Tuban Ternyata Belum Kantongi Izin

Ormas di Jatim Tolak Patung Panglima Perang Kwaan Sing Tee KoenFoto: Ainur Rofiq
"Patung Kwaan Sing Tee Koen harus segera dihilangkan dari bumi Tuban Jawa Timur, maupun di kawasan Indonesia lainnya," teriak Didik, Korlap Aksi dari Bhoemi Poetra Menggoegat.

Didik mengatakan, patung tersebut menunjukkan penjajahan yang terulang di Indonesia.

BACA JUGA: Ini Hasil Pertemuan MUI & Forpimda Tuban soal Patung Dewa Raksasa

Ormas di Jatim Tolak Patung Panglima Perang Kwaan Sing Tee KoenFoto: Rois Jajeli
"Serta tidak ada urgensinya bercokol di bumi pertiwi. Panglima perang Kwaan Sing Tee Koen juga tidak ada kontribusinya bagi bangsa Indonesia," ujarnya.

Katanya, sudah 72 tahun Indonesia merdeka. Untuk merebut kemerdekaan itu tidaklah mudah setelah bangsa ini dijajah Belanda 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun.

BACA JUGA: Patung Dewa Kelenteng Tuban yang Ditutup Kain, Jadi Bikin Orang Penasaran

"Kita menyuarakan kebangsaan. Ini tidak ada urusannya dengan agama, sara. Tapi kita sebagai generasi penerus bangsa, harus mempertahankan NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia)," tegasnya.

Ormas di Jatim Tolak Patung Panglima Perang Kwaan Sing Tee KoenFoto: Rois Jajeli
Aksi dari Bhoemi Poetra Menggoegat ini dihadiri dari berbagai elemen masyarakat seperti FKPPI, PPM, Pemuda Pancasila, Pengabdian Rakyat Sejati, KNPI dan berbagai puluhan elemen masyarakat lainnya.

BACA JUGA: Patung Raksasa di Kelenteng Tuban Ditutup Kain Putih

Selain berorasi, massa juga mengibarkan bendera merah putih, serta poster dan baliho diantaranya bertuliskan, 'Indonesia menolak dijajah kembali', 'Panglima perang kami bukan Kwaan Sing Tee Koen', 'Yang menghalangi tegak dan berdaulatnya Pancasila adalah penghianat bangsa #Tegakkanpancasila'.

Aksi damai ini mendapatkan penjagaan dari Polsek Bubutan dan Polrestabes Surabaya.
(roi/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed