DetikNews
Rabu 21 Januari 2015, 13:51 WIB

Masyarakat Madura Minta Presiden Jokowi Hapus Tarif Tol Suramadu

- detikNews
Masyarakat Madura Minta Presiden Jokowi Hapus Tarif Tol Suramadu Foto: Rois Jajeli/detikcom
Surabaya - Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi masyarakat peduli Madura (Ampera) menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jawa Timur. Mereka menuntut Presiden Jokowi menghapus atau menurunkan tarif tol Jembatan Suramadu.

Alasannya, tarif tol Jembatan Suramadu tersebut dinilai mahal bagi masyarakat Madura serta menghambat investasi di Pulau Garam.

"Kami menuntut Presiden Jokowi dan Menteri PU selaku pengambil kebijakan, agar tarif tol Jembatan Suramadu dievaluasi, diturunkan kalau perlu dihapus juga," kata Korlap aksi dari Ampera, Salman Farizi di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (21/1/2015).

Ia mengatakan, tujuan awal pembangunan Jembatan Suramadu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura. Sayangnya, jembatan tersebut dinilai sangat memberatkan dan menghambat calon investor masuk ke Madura.

"Sejauh ini menurut analisa akademisi, tokoh adat bahwa, keberadaan mahalnya tarif tol Jembatan Suramadu dapat menghambat investor masuk ke Madura," tuturnya.

"Investasi di Madura adalah investasi yang high cost, investasi yang mahal, sehingga tidak dilirik investor. Akibatnya, kesejahteraan masyarakat di Madura tidak tercapai," tuturnya.

Salman membeberkan tarif tol Jembatan Suramadu lebih mahal dibandingkan dengan tol laut di Bali maupun tol Perak-Sidoarjo. tarif tol Jembatan Suramadu yang hanya memiliki panjang 5,4 kilometer untuk golongan I dikenakan Rp 30 ribu. Sedangkan golongan II dipatok tarif Rp 45 ribu.

"Kita bandingkan dengan tol laut di Bali yang panjangnya 12,5 km tarignya hanya Rp 10 ribu. Perbandingan lain Perak-Sidoarjo panjangnya 30 km tarifnya Rp 6 ribu. Perbandingannya sangat jauh," katanya.

"Padahal aturan yang berlaku, tarif tol harus disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Daya saing kemampuan masyarakat Madura masih rendag, sehingga besaran tarif di tol Suramadu ini membebankan masyarakat sekitar," tegasnya.

Dalam aksinya, puluhan massa Ampera ini mengusung berbagai spanduk dan poster yang diantaranya bertuliskan 'Turunkan Tarif Tol Suramadu', 'Presiden RI Harus Evaluasi Tarif Tol Suramadu', 'Tarif Tol Suramadu Mahal', 'Tarif Tol Suramadu Mahal, DPRD Jatim Bungkam'.

"Kami juga meminta Komisi D dan anggota dewan khususnya dari daerah pemilihan Madura jangan diam," tandasnya.

Sementara itu, Aliyadi anggota Komisi D DPRD Jatim dari daerah pemilihan Madura, memahami tuntutan yang disampaikan masyarakat Madura terkait keberatan dengan tarif tol Jembatan Suramadu yang dinilainya mahal.

"Kami sangat setuju apa yang menjadi tuntutan masyarakat Madura. Komisi D tentu akan bersikap, kita akan agendakan mengundang pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan Surmadu," jelas anggota dewan dari Fraksi PKB ini.

  • Masyarakat Madura Minta Presiden Jokowi Hapus Tarif Tol Suramadu
    Foto: Rois Jajeli/detikcom
  • Masyarakat Madura Minta Presiden Jokowi Hapus Tarif Tol Suramadu
    Foto: Rois Jajeli/detikcom

(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed